Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Ada Tower Sirine Bencana Banjir di Bantaran Sungai Bengawan Solo

Ada Tower Sirine Bencana Banjir di Bantaran Sungai Bengawan Solo
Untuk mendeteksi bencana secara dini, BNPB mendirikan Tower Sirine di bantaran Sungai Bengawan Solo di Lamongan Jawa Timur.

Penulis: Basri A

TVRINews, Lamongan

Untuk mendeteksi bencana secara dini, BNPB mendirikan Tower Sirine di bantaran Sungai Bengawan Solo di Lamongan Jawa Timur.  

Sirine tersebut akan berbuyi jika luapan Sungai Bengawan Solo dalam Siaga 1 atau level merah agar masyarakat bisa mengantisipasi mencari tempat yang aman serta juga mengurangi resiko tinggi pada warga. 

Tower Sirine atau alat peringatan bencana ini ditempatkan di 3 titik, salah satunya di Desa Bulutigo Kecamatan Laren.

Tower Sirine yang dibangun oleh BNPB  guna menangulangi adanya bencana luapan Sungai Bengawan Solo.      

Tommy Hariyanto dari  Direktorat Peringatan Dini BNPB Pusat mengungkapkan, sirine ini akan berbunyi keras jika Sungai Bengawan Solo dalam Siaga 1 atau level merah. 

Warga juga diimbau agar segera bersiap untuk meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.

Suara peringatan tersebut bisa di dengar sejauh sekitar 3 kilometer dengan ketinggian tower sekitar 50 meter. 

Warga yang mendengar sirine bisa mengantisipasi adanya bencana yang akan datang. 

BNPB dan BPBD Lamongan memberi pelatihan pada relawan bencana yang dibentuk dari masyakat sekitar di bantaran Sungai Bengawan Solo agar nantinya bisa sigab dan tanggap “. 

Siaga bencana banjir yang difokuskan di Desa  Bulutigo ini  karena desa tersebut sering terjadi banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo.  Banyak warga yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo. 

Adanya sirine tersebut bisa membantu warga sekitar jika bencana tiba-tiba terjadi. 

Kepala Desa Bulutigo, Rozim Arista mengatakan,untuk meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo. 

"Jadi jika bunyi sirine ini ada tanda-tanda bahaya dan masyarakat harus waspada untuk siap-siap mengungsi, sehingga korban jiwa bisa diminimaalisir,“ ungkapnya. 

Hingga kini air Bengawan Solo masih dalam kondisi normal, belum menunjukkan adanya luapan.  


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.