Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Demo Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong di Bengkulu

Penulis: Jusarman
TVRINews, Bengkulu

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bengkulu menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (31/8).

Masa menyampaikan aspirasinya atas penolakan kenaikan harga BBM yang direncanakan pemerintah pusat itu diwarnai aksi saling dorong dengan personel Kepolisian.

Tidak hanya menolak rencana kenaikan harga BBM, Mahasiswa juga meminta Anggota DPRD Provinsi Bengkulu menjadi perpanjangan tangan agar pemerintah menangkap serta menindak tegas mafia BBM bersubsidi.

"Kami hadir menyuarakan aspirasi rakyat atas wacana kenaikan harga BBM, pemerintah jangan sampai mengenyampingkan rakyat,  dengan mengurangi kuota serta menaikkan harga BBM subsidi," kata Maulana Taslam, Ketua Umum HMI cabang Bengkulu. 

Aksi demo tidak menemui titik terang lantaran seluruh mahasiswa menginginkan berdiskusi di ruang rapat paripurna, akan tetapi aparat kepolisian beserta anggota DPRD Provinsi Bengkulu menolak dengan alasan ruangan yang tidak cukup menampung massa aksi. 

"Kami sangat kecewa dengan DPRD Provinsi Bengkulu dan menyatakan secara tegas bentuk kekecewaan dengan aparat kepolisian yang secara berkala melakukan intervensi menghalang-halangi kami masuk ruangan paripurna," ucap Maulana. 

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler menyayangkan sikap mahasiswa yang sempat bentrok dengan aparat kepolisian, pada saat penyampaian orasi. Namun demikian dirinya menyetujui penolakan atas rencana kenaikan harga BBM.

"Pemerintah boleh mengambil kebijakan,  mahasiswa pun boleh melakukan protes, yang tidak boleh itu semena-mena dan bentrok. Namun terkait usulan itu, saya setuju harga BBM memang tidak boleh naik," kata Dempo Xler. 

Diketahui, HMI Cabang Bengkulu berencana akan melakukan konsolidasi untuk melanjutkan kembali aksi penolakan kenaikan BBM yang belum menemui titik terang. Adapun poin tuntutan mahasiswa dalam aksi ini, diantaranya. 

1. Menuntut pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM bersubsidi.

2. Mendesak Untuk Pemerintah meninjau kembali rancangan APBN 2022

3. Menuntut lembaga pemerintah terkait untuk menangkap dan menindak tegas mafia migas yang menyebabkan kebocoran BBM bersubsidi

4. Menuntut mentri BUMN, Menteri ESDM, dan Direktur Utama PT Pertamina untuk bertanggung jawab atas permasalahan BBM bersubsidi

5. Menuntut DPRD Provinsi Bengkulu untuk mengakomodir keresahan masyarakat terkait kenaikan BBM bersubsidi


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.