Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Tempat Hiburan Disanksi karena Terima Pelanggan

Tempat Hiburan Disanksi karena Terima Pelanggan
Tempat Hiburan Disanksi karena Terima Pelanggan

Penulis: Yudha Maruta

TVRINews, Denpasar

Dua tempat hiburan di Kota Denpasar dilaporkan oleh warga kepada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar karena masih menerima pelanggan saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dua tempat hiburan tersebut, yakni E-C di Jalan Imam Bonjol dan Platinum di Jalan Raya Sesetan, Denpasar. Dari hasil penyelidikan penyidik pegawai negeri sipil Satpol PP Denpasar terungkap bahwa dua tempat hiburan tersebut menerima pelanggan karaoke meski telah menyatakan tutup selama PPKM.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan tindakan ini sebagai respon pengaduan masyarakat melalui media sosial. Pihaknya langsung melakukan penertiban dan memanggil pengelola usaha tersebut.

“Jadi sebenarnya berdasarkan hasil pemeriksaan memang usaha selama pandemic tutup. Dengan berbagai alasan nanti akan dijelaskan oleh yang bersangkutan. Namun karena ini sudah terlanjur viral dan faktanya ada pengunjung yang sempat sewa room dan itu dilayani. Itu lah yang kami permasalahkan dan kesalahannya disitu. Sedangkan dari pihak manajemen sendiri sudah menempel stiker yang menyatakan usaha ditutup sementara. Atas kelalaiannya kami menjatuhkan sanksi denda sesuai Pergub Bali dan Perwali kota Denpasar Rp1 juta, ” jelas Dewa Sayoga.

Pengelola langsung memenuhi panggilan Satpol PP Kota Denpasar. Mereka mengaku lalai dan tidak mengetahui karyawan mereka yang bertugas merawat tempat hiburan justru menerima pelanggan.

“Itu memang kelalaian dari manajemen. Sebenarnya sudah jelas kita tidak buka. Keterangan dari staf kami, ada yg memaksa itu masuk ke satu room," kata Wayan Armawan Humas EC Karaoke.

Sementara, pengelola tempat hiburan lainnya mengaku terdapat pengunjung yang datang dan terpaksa dilayani, meski usahanya telah tutup mengikuti aturan PPKM.

“Kemungkinan kemarin pada saat ada petugas datang ada tamu datang dan terpaksa kita layani. Sebetulnya kita tutup krn mengikuti aturan PPKM," ujar Rudi Hadi Purwanto Manajemen Tempat Hiburan Platinum.

Atas temuan dan hasil pemeriksaan pengelola tempat hiburan, keduanya diberi sanksi denda masing-masing 1 juta rupiah sesuai Peraturan Gubernur Bali dan Peraturan Walikota Denpasar.

 


Editor: Dadan Hardian

 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.