Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Sempat Divonis Bebas, 3 Terpidana Korupsi Pengamanan Sungai Pengendali Banjir Dieksekusi Kejati Bengkulu

Sempat Divonis Bebas, 3 Terpidana Korupsi Pengamanan Sungai Pengendali Banjir Dieksekusi Kejati Bengkulu
Kejati Bengkulu eksekusi 3 terpidana Korupsi Pengamanan Sungai Pengendali Banjir, Kamis (24/5/2022)

Penulis: Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

Kejaksaan Tinggi Bengkulu mengeksekusi 3 terpidana Korupsi Pengamanan Sungai Pengendali Banjir Tahun Anggaran 2019.

Adapun ketiga terpidana yang dieksekusi, yakni Hafizon Nazardi selaku Mantan Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Ibnu Suud selaku Direktur CV Utaka Esa sebagai konsultan pengawas. Dengan hukuman pidana masing masing selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta, subsider 6 bulan kurungan. 

Terakhir, terpidana Isnaini Martuti selaku Direktur CV Merbin dengan hukuman pidana 4 tahun penjara dan denda Rp300 juta, subsider 6 bulan kurungan serta dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp1 miliar lebih dengan subsider 1 tahun 8 bulan penjara.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bengkulu Ristianti Andriani mengatakan berdasarkan putusan kasasi MA bahwa ketiganya terbukti secara sah melanggar Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Ya, memang benar, hari ini, Selasa (24/5) tim JPU pidsus Kejati Bengkulu telah melakukan eksekusi 3 terpidana korupsi pengamanan banjir air sungai Bengkulu tahun 2019 sesuai perintah Putusan Kasasi Majelis Hakim Mahkamah a
Agung," kata Ristianti, Selasa (24/5/2022).

"Untuk terpidana Hafizon Nazardi dan Ibnu suud langsung dibawa ke lapas klas IIA Bengkulu guna menjalani hukuman pidana selama 2 tahun 6 bukan penjara dan terpidana Isnani Martuti ditahan di Lapas Perempuan Bengkulu dengan hukuman pidana selama 4 tahun penjara," ujar Ristianti melanjutkan.

Seperti diketahui, pada tahun 2021 lalu ketiga terpidana Korupsi Pengamaan Sungai Pengendali Banjir tahun anggaran 2019 tersebut divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu yang diketuai Hakim Fitrijal Yanto,

Kemudian, JPU Kejati Bengkulu mengajukan kasasi hingga akhirnya pada bulan Mei 2022, Majelis Hakim Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dan memutus ketiganya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan hukuman pidana sama dengan tuntutan jpu sebelumnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.