Trending

  • Minggu, 14 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Hindari Transmisi Lokal, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Pisahkan Pasien Omicron dengan Non-Omicron

Hindari Transmisi Lokal, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Pisahkan Pasien Omicron dengan Non-Omicron
Koordinator Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Kesehatan dr. Mintoro Sumego hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan untuk mencegah transmisi lokal Omicron pada pasien yang tak terjangkit

Penulis : Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

 

Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran memutuskan untuk memisahkan tower antara perawatan pasien yang terkonfirmasi Omicron dan tidak varian tersebut.

Menurut Koordinator Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Kesehatan dr. Mintoro Sumego hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan untuk mencegah transmisi lokal Omicron pada pasien yang tidak terjangkit.

Melihat hunian RSDC Wisma Atlet Kemayoran per hari ini, Kamis (20/01/2022) adalah 2.636 pasien dengan jumlah tempat tidur yang sudah ditambah sebanyak 8.173. Angka ini dinilai masih cukup banyak tempat, sehingga persentase tingkat hunian tempat tidur (BOR) 32 persen.

“Saat ini tower yang digunakan adalah 4,5,6, dan 7, semua tower di Wisma Atlet sudah digunakan untuk isolasi. Namun keterisian masih di tower 5 dan 6,” kata Mintoro di tower 1 RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Kamis (20/01/2022).

Kemudian, ia menjabar bahwa penghuni RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat ini 83 persen adalah Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sekitar 2.183, angka ini merupakan penurunan sebesar empat persen. Namun, di sisi lain untuk non-PPLN terjadi peningkatan empat persen adalah 17 persen atau 456 orang, dimana 60 persen bergejala asimptomatis, 40 simptomatis ringan. 

Secara keseluruhan pasien Omicron ada 517 dan 491 di antaranya sudah sembuh. Saat ini yang dirawat di Wisma Atlet ada 26 orang yang rata-rata berasal dari Arab Saudi, Amerika Serikat, Turki, Malaysia, dan Uni Emirat Arab. 

“Bagi mereka yang baru melakukan perjalanan umroh adalah mereka yang berasal dari Arab Saudi, tapi ada juga yang dari wisata atau pekerja imigran, akan kita koordinasikan nantinya dengan biro perjalanan mereka,” ujar Mintoro.

Namun, Mintoro mengaku belum dapat informasi dari Litbangkes Kemenkes apakah pasien tersebut terkonfirmasi Omicron atau tidak. Begitu sampai Indonesia, mereka akan dikarantina, kemudian PCR, yang positif akan dibawa ke RSDC Wisma Atlet Kemayoran untuk diisolasi. 

“Hasil PCR ini akan dibawa ke Litbangkes untuk dilakukan Whole Genome Sequences (WGS), dari hasil ini kami akan menerima apakah dia Omicron atau tidak,” ujar Mintoro.

Meski demikian, ia menjelaskan tingkat kesembuhan Omicron hampir sama dengan Delta, namun gejala yang ditimbulkan lebih ringan. Buktinya, tidak ada kematian selama Omicron ini ada dari bulan Desember. 

“Kalau Delta waktu muncul bulan Juni itu tingkat kematiannya tinggi. Cuman tingkat penyebarannya lumayan (cepat) kalau dilihat dari tingkat kasusnya non-PPLN meningkat dari 14 jadi 17 itu lumayan,” tutur Mintoro.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.