Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Hukum

  • 0 Komentar

JPU Kejati Bengkulu Tuntut Ujang Satria Terdakwa Mafia Tanah Dengan Hukuman Pidana 3,6 Tahun

JPU Kejati Bengkulu Tuntut Ujang Satria Terdakwa Mafia Tanah Dengan Hukuman Pidana 3,6 Tahun
JPU Kejati Bengkulu Tuntut Ujang Satria Terdakwa Mafia Tanah Dengan Hukuman Pidana 3,6 Tahun

Penulis : Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

 

Dalam sidang lanjutan dugaan pemalsuan surat dokumen tanah yang digelar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu yang diketuai hakim Riswan Supartawinata, JPU Kejati bengkulu menuntut terdakwa  Ujang Satria dengan hukuman pidana selama 3 tahun 6 bulan penjara.

JPU berpendapat terdakwa Ujang Satria terbukti sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Membikin surat palsu yang dapat menerbitkan suatu hak secara bersama sama dengan 2 terdakwa lainnya diatas lahan seluas 10 ribu meter persegi lebih di Kelurahan Pekan Sabtu, Kota Bengkulu.

"Dari fakta persidangan dan keterangan saksi dipersidangan kami selalu JPU berkesimpulan perbuatan terdakwa Ujang Satria diancam pidana 66 dalam pasal 263 Ayat (1) KUHP Jo.Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dengan hukuman tuntutan pidana selama 3 tahun 6 bulan penjara." Tegas Ristianti Andriani Kasi Penkum Kejati Bengkulu.

Kasi Penkum Kejati Bengkulu menambahkan sebelumnya terdakwa Ujang Satria telah mendapat vonis ingkrah dari Pengadilan Negeri Bengkulu selama 2 tahun 8 bulan penjara terkait kasus yang sama yakni pemalsuan dokumen tanah. Selain itu, terdakwa Ujang Satria juga masih memiliki satu kasus lagi yang sama, namun berkasnya masih dikepolisian dan belum dilimpahkan ke JPU Kejati Bengkulu.

Dari serentetan kasus yang menjeratnya tersebut terdakwa Ujang satria tergolong mafia tanah yang banyak menguasai lahan milik orang lain di Kota Bengkulu dengan modus memalsukan surat tanah. Dalam menjalankan aksi kejahatannya terdakwa Ujang Satria terkenal licik dan dilakukan secara terstruktur dan masif, tutup Kasi Penkum Kejati Bengkulu.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.