Trending

  • Sabtu, 13 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

7 Tahun Jalan di Tempat, Polres Mabar Kembali Dalami Kasus Perambahan Hutan Bowosie

7 Tahun Jalan di Tempat, Polres Mabar Kembali Dalami Kasus Perambahan Hutan Bowosie
7 Tahun Jalan di Tempat, Polres Mabar Kembali Dalami Kasus Perambahan Hutan Bowosie

Penulis: Alexandro Hatol 

TVRINews, Manggarai Barat
Polres Manggarai Barat (Mabar) akan segera menggelar kasus laporan perambahan hutan Bowosie yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat sejak tahun 2015. 

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Ridwan menyampaikan, pihaknya kini tengah merampungkan proses penyelidikan laporan tersebut. 

"Kami sudah rangkum penyelidikan. Kami mau gelarkan kasusnya tinggal tunggu gelar perkara saja," kata Ridwan saat di konfirmasi pada, Jumat (5/8/2022). 

Ridwan menyebutkan kasus penyelidikan sempat tertunda selama beberapa tahun, karena salah satu proses yakni mendatangkan saksi ahli belum dilakukan. 

“Namun kini saksi ahli tersebut telah dipanggil untuk dimintai keterangannya. Baru kemarin kami datangkan saksi ahlinya. Baru bulan lalu,” ujarnya.

Ridwan pun memastikan gelar perkara kasus yang dilaporan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) ini secepatnya akan dilakukan pada bulan ini. 

Sebelumnya, di tahun 2015, KPH Manggarai Barat melaporkan sejumlah oknum masyarakat yang tertangkap basah melakukan kegiatan perambahan Hutan Negara Bowosie. Sejumlah pelaku telah dilaporkan ke polisi. Namun hingga kini, kelanjutan dari proses laporan tersebut tidak pernah menemui titik terang.

“Perambahan secara besar-besaran itu terjadi sejak tahun 2015 yang di Wae Mata di belakang area ±38 Ha (APL) itu dan kita langsung melakukan operasi terpadu. Kami bongkar semua yang ada di dalam kawasan hutan itu, basecamp dan pondok terakhir kita tangkap tangan pelaku ada 3 orang dan langsung lapor ke Polsek Komodo. Diambil keterangan sampai dengan olah TKP, hanya setelah itu kami sudah tidak tau kelanjutannya,” kata Kepala UPTD Kehutanan Kabupaten Manggarai Barat, Stef Nali.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.