Trending

  • Kamis, 1 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Kemlu RI Tindaklanjuti Laporan Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah

Kemlu RI Tindaklanjuti Laporan Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah
Kemlu RI Tindaklanjuti Laporan Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah

Penulis: Intan Kusumawardani

TVRINews, Jakarta
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah mempelajari Laporan Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) tahun 2022 dengan judul “Seperti di Neraka: Kondisi di Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia". 

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha mengatakan Kemlu sangat menghargai KBMB dalam upaya ikut melindungi WNI di luar negeri. Kemlu juga memandang serius laporan tersebut dan segera menindaklanjutinya kepada otoritas dan pihak-pihak terkait.

Kemlu juga telah menghubungi KBMB untuk memperoleh data rinci WNI yang dinyatakan meninggal di rumah tahanan imigrasi di Sabah serta data para deportan yang mengalami penganiayaan selama berada di Depot Tahanan Imigresen (DTI) di Sabah.

“Seluruh data tersebut akan ditelusuri dan dimintakan penjelasan dari otoritas di Malaysia. Pemerintah juga akan melakukan langkah tindak lanjut secara bilateral jika data ini terkonfirmasi,” kata Judha, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/6/2022).

Lebih lanjut, Judha juga menjelaskan bahwa Perwakilan RI di Sabah yaitu KJRI Kota Kinabalu dan KRI Tawau akan bertemu Pengarah Jabatan Imigresen Negeri Sabah pada hari ini, Selasa (28/6). Pertemuan itu bertujuan untuk meminta keterangan dan kejelasan atas temuan KBMB, sebagai upaya Pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI/PMI.

Sebelumnya, Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) melaporkan 18 WNI meninggal dunia di Depot Tahanan Imigrasi Tawau, Sabah, Malaysia, sejak Januari 2021 sampai Maret 2022, salah satunya diduga mengalami penganiayaan sebelum meninggal.

“Angka di atas hanya merupakan perkiraan yang kami dapatkan dari satu Depot Tahanan Imigrasi. Sementara ada lima Depot Tahanan Imigrasi di Sabah. Perkiraan itu pun hanya didapat dari dua blok tahanan (satu tahanan blok laki-laki khusus WNI, dan satu blok tahanan perempuan yang dihuni oleh WNI). Ditambah blok karantina hanya untuk periode November 2021 sampai Maret 2022, dan satu kasus kematian akibat penyiksaan yang terjadi di sel isolasi,” kata KBMB, dalam laporannya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar