Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Ketua MPR Apresiasi Upaya Presiden Jokowi Turut Melaksanakan Ketertiban Dunia Melalui Perang Rusia-Ukraina

Ketua MPR Apresiasi Upaya Presiden Jokowi Turut Melaksanakan Ketertiban Dunia Melalui Perang Rusia-Ukraina
Ketua MPR Apresiasi Upaya Presiden Jokowi Turut Melaksanakan Ketertiban Dunia Melalui Perang Rusia-Ukraina

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan kondisi global saat ini semakin tidak menentu. Pasalnya, semua negara sedang berupaya keras memulihkan ekonominya pasca pandemi Covid-19. 

Baca Juga: Tangguh Hadapi Krisis Global, Presiden Jokowi : Kekuatan Besar untuk Bangun Negara

Namun, fase pemulihan ini terganggu oleh dinamika global, seperti perang Rusia-Ukraina, perang dagang dan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ketegangan baru di Selat Taiwan, serta distrubsi rantai pasok yang berimplikasi pada fluktuasi harga komoditas pangan dan energi.

Pria yang kerap kali disapa Bamsoet ini mengapresiasi upaya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

"Misi perdamaian Presiden dengan mengunjungi Ukraina dan Rusia beberapa waktu lalu, patut kita berikan apresiasi setinggi-tingginya," kata Bamsoet dalam Sidang Tahunan MPR 2022 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).

Ia menegaskan bahwa perang dalam alasan apapun selalu membawa petaka kehancuran dan kesengsaraan menghancurkan peradaban yang telah dibangun berabad-abad lamanya. Membawa krisis kemanusiaan, krisis ekonomi, krisis pangan, dan krisis energi.

Hasilnya, menurut Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR), dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan sejak pasukan Rusia memulai perang di Ukraina sebanyak 5 ribu warga ukraina telah meninggalkan negara mereka. 

Warga Ukraina kini meruapakan kelompok pengungsi nomor terbesar di dunia. Selain itu, perang antar kedua negara ini juga menyebabkan sekitar 7,1 juta warga Ukraina terpaksa kehilangan tempat tinggal mereka.

Angka tersebut merupakan jumlah populasi terbesar di dunia yang harus kehilangan tempat tinggal akibat konflik yang melanda. Perang di Ukraina telah memicu krisis pengungsi dan krisis kemanusiaan yang tumbuh paling cepat.

Baca Juga: Ketua DPR : Indonesia telah Memasuki Masa Transisi dari Pandemi Covid-19 menuju Endemi

"Presiden Jokowi mengingatkan bahwa ancaman krisis global kini ada di depan mata. Saat ini, sekitar 320 juta penduduk dunia berada dalam kondisi kelaparan akut," ujar Bamsoet.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.