Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Baru Bebas, Mantan Bupati Kepulauan Talaud Kembali Ditangkap KPK

Baru Bebas, Mantan Bupati Kepulauan Talaud Kembali Ditangkap KPK
Baru Bebas, Mantan Bupati Kepulauan Talaud Kembali Ditangkap KPK

Reporter: Nur Khabibi

TVRINews, Jakarta

Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi baru saja bebas dari penjara setelah menjalani masa hukuman kasus suap proyek revitalisasi Pasar Beo dan revitalisasi Pasar Lirung di Kabupaten Talaud tahun anggaran 2019. Namun nahas, saat keluar ternyata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mempersiapkan penjemputan.

Sri Wahyumi kembali ditahan dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait  gratifikasi oleh penyelenggara negara terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten 
Kepulauan Talaud tahun 2014 sampai 2017.

"Hari ini kami akan menyampaikan informasi terkait dengan penetapan dan penahanan 
tersangka SWM (Sri Wahyumi) Bupati Kepulauan. 

Talaud periode tahun 2014 s/d tahun 2019, dalam perkara dugaan korupsi penerimaan 
gratifikasi oleh penyelenggara negara terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten 
Kepulauan Talaud tahun 2014 s/d 2017," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto saat jumpa pers, Kamis (29/4/2021).

Penahanan ini merupakan hasil dari pengembangan kasus yang sama, yakni berawal dari kasus suap hingga saat ini menjadi perkara gratifikasi. Sebelumnya perkara suap sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan tersangka SWM selama 20 hari terhitung sejak tanggal 29 April 2021 sampai dengan 18 Mei 2021 di rutan cabang  KPK pada Gedung Merah Putih," ucap Karyoto.

Sebelumnya Sri Wahyumi ditahan di rumah tahanan wanita klas II A Tangerang selama 4,5 tahun. Tapi kemudian dipangkas Mahkamah Agung menjadi dua tahun penjara usai peninjauan kembali dikabulkan.

Namun, berkat pemotongan masa hukuman, ia dinyatakan bisa bebas lebih cepat.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.