Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Senin 27 Juni, Pemerintah Mulai Sosialisasikan PeduliLindungi untuk Beli Minyak Goreng Curah

Senin 27 Juni, Pemerintah Mulai Sosialisasikan PeduliLindungi untuk Beli Minyak Goreng Curah
Senin 27 Juni, Pemerintah Mulai Sosialisasikan PeduliLindungi untuk Beli Minyak Goreng Curah

Penulis: Ridha Gemelli Sitompul

TVRINews, Jakarta 
Pemerintah akan mulai melakukan transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR). Pemerintah pun akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Perubahan sistem itu dilakukan agar tata kelola distribusi MGCR lebih akuntabel dan bisa terpantau, mulai dari produsen hingga konsumen.

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian MGCR akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Bagi masyarakat yang belum memiliki aplikasi PeduliLindungi, sementara masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK. 

“Masa sosialisasi akan dimulai besok Senin (27/6), dan akan berlangsung selama dua minggu kedepan. Setelah masa sosialisasi selesai, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan NIK, untuk bisa mendapatkan MGCR dengan harga eceran tertinggi (HET),” kata Menko Luhut dalam keterangannya, Jumat (24/6/2022). 

Luhut mengatakan pembelian MGCR di tingkat konsumen dibatasi maksimal 10kg untuk satu NIK per hari dan dipastikan bisa diperoleh dengan harga eceran tertinggi, yaitu Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. 

MGCR dengan harga tersebut bisa ditemukan di penjual/pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yakni Warung Pangan dan Gurih. 

Luhut menjelaskan pemerintah melakukan upaya perubahan sistem distribusi ini untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan, untuk memitigasi adanya penyelewengan di berbagai tempat yang dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

Mulai Senin (27/6), masyarakat dapat mengakses segala informasi terkait sosialisasi penjualan dan pembelian MGCR melalui kanal  akun resmi instagram @minyakita.id dan juga website linktr.ee/minyakita.

“Ini merupakan upaya bersama dari Kementerian dan Lembaga terkait untuk mengurai masalah terkait minyak goreng. Pada tahap awal tentu akan membutuhkan penyesuaian, tapi saya yakin masyarakat pasti bisa cepat beradaptasi dengan sistem baru ini, karena tujuannya adalah untuk kebaikan bersama,” tutup Menko Luhut.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.