Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Jelang Ramadan, Tradisi ‘Bantai Adat’ Ratusan Kerbau Digelar Masyarakat Merangin Jambi

Jelang Ramadan, Tradisi ‘Bantai Adat’ Ratusan Kerbau Digelar Masyarakat Merangin Jambi
Tradisi 'Bantai Adat' di Kab.Merangin, Jambi

Penulis: Daniel Saputra

TVRINews, Kab.Merangin
Tradisi ‘Bantai Adat’ yang menjadi agenda tahunan warga di Kabupaten Merangin, Jambi kembali dilaksanakan setelah dua tahun vakum karena wabah pendemi Covid-19. Sekitar 120 ekor kerbau disembelih secara massal oleh ribuan masyarakat Dusun Baru, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin.  

Tradisi 'Bantai Adat' ini dibuka langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris didampingi Bupati Merangin, Mashuri dan Sekda Fajarman di Lahan Bantai Adat milik Pemkab Merangin.  

Acara diawali dengan Pawai Ta’ruf menyambut bulan suci Ramadan 1443 H dan pemberian santunan kepada anak yatim. Setelah itu dilanjutkan Sedekah Bumi, makan bersama di rumah tua Rantau Panjang. Kemudian, kegiatan diakhiri pembukaan 'Bantai Adat' dengan menyembelih kerbau.

“Budaya Bantai Adat yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan keagamaan ini, kedepannya akan menjadi even resmi nasional. Di sini ada simbol budaya dan kegiatan agama yang disatukan,’’ kata Gubernur Jambi Al Haris saat membuka acara Bantai Adat, Kamis (31/3/2022).

Baca Juga: Ada Potensi Perbedaan Awal Ramadan 1443 H, Kemenag: Tunggu Hasil Sidang Isbat

Haris menjelaskan budayanya tidak hanya ‘membantai’ ratusan kerbau, tapi juga ada memanggang 1.000 batang lemang, pertandingan Silek, dan kegiatan lainnya di Rumah Tuo Rantau Panjang. 

Sedangkan untuk kegiatan keagamaan, ada Pawai Ta’ruf anak-anak khatam Al Quran secara massal, yang mengelilingi Pasar Rantau Panjang dan berbagai kegiatan keagamaan lain.

“Sangat banyak budaya Islam di Provinsi Jambi yang bisa diangkat menjadi even nasional. Adat Melayu Islam di Kawasan Tabir ini memang sangat luar biasa, karena sudah dilakukan dari dulu secara turun temurun,’’ ujar Al Haris.

Tradisi menyambut bulan suci Ramadan tersebut merupakan kearifan lokal masyarakat Merangin. Tradisi tersebut bermakna penting, untuk meningkatkan dan merekatkan kebersamaan, silaturahmi, dan solidaritas sosial masyarakat.

Bupati Merangin, Mashuri mengatakan Pemkab akan terus mendorong untuk menjadikan momen-momen seperti ini sebagai tujuan wisata. Dengan demikian desa–desa di Kabupaten Merangin menjadi lebih terkenal dan lebih maju karena 'Bantai Adat' ini adalah kegiatan tradisional di Provinsi Jambi ini yang hanya ada di Desa Rantau Panjang.

Baca Juga: CdM SEA Games 2021 Hanoi Ungkap Penentuan Kontingen Tim Indonesia


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.