Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Akses Jalan Ditutup Warga, Aktivitas Proyek Bendungan Manikin Dihentikan Total

Akses Jalan Ditutup Warga, Aktivitas Proyek Bendungan Manikin Dihentikan Total
Akses Jalan Ditutup Warga, Aktivitas Proyek Bendungan Manikin Dihentikan Total

Penulis : Thomy Mirulewan

TVRINews, Kupang

 

Aksi blokir jalan kembali dilakukan oleh warga sekitar proyek pembangunan Bendungan Manikin di Desa Kuakloko, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah Pemerintah Pusat Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat belum membayar ganti untung lahan milik warga di lokasi proyek.

Akibat aksi tersebut, seluruh aktivitas proyek pembangunan raknamo dihentikan total sementara sambil menunggu hasil koordinasi dan kesepakatan antara Pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 (BWS NT2) Kukang bersama Pemkab Kupang dan Masyarakat pemilik lahan.

Penghentian sementara seluruh aktivitas proyek pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur itu diakui oleh Kepala Satuan Kerja Bendungan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua Kupang Frengky Welkis saat dihubungi media pada Sabtu malam (11/02/2022).

Menurut Frengky, pemblokiran akses jalan ke lokasi proyek itu dilakukan warga sejak hari Kamis, (09)02/2022) dan berdampak langsung terhadap kegiatan di lokasi proyek.

"Untuk sementara kegiatan dihentikan sementara sejak Kamis itu sambil menunggu koordinasi antara kita dengan Pemkab Kupang untuk bertemu dengan warga nanti". Kata Frengky.

Dikatakan, saat ini langkah-langkah yang dilakukannya adalah, terus melakukan koordinasi dengan Pemkab Kupang agar bisa memediasi pertemuan dengan warga secepatnya.

"Kita harap pertemuan itu secepatnya dilakukan agar kegiatan kembali dilanjutkan mengingat masa pelaksanaan proyek berakhir pada tahun 2022 ini". Ujar Frengky.

Sebelumnya aksi pemblokiran akses jalan masuk ke lokasi proyek bendungan Manikin ini dilakukan warga berulang kali dengan tuntutan yang sama yakni proses pembayaran lahan segera direalisasi, karena lahan tersebut selama ini menjadi tumpuan hidup warga sekitar.

Meski demikian Pemerintah Pusat hingga kini belum menyelesaikan proses pembayaran ganti untung lahan kepada warga terdampak proyek Bendungan Manikin.

Untuk diketahui Sejak dibangun beberapa tahun silam, fisik  proyek Bendungan Manikin hingga akhir  bulan Nopember 2021 atau jelang masa akhir kontrak pada akhir  Tahun 2022 mendatang baru mencapai 38 persen.

Sumber air bendungan berasal dari Sungai Manikin dengan luas Daerah Aliran Sungai 49,31 Km2, bendungan di desain dengan Tipe Urugan Random Batu Gamping dengan Inti Tegak yang memiliki kapasitas tampung 28,20 juta m3 dan luas genangan normal 148,7 Ha.

Bendungan ini direncanakan dapat memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas 310 Hektar (Ha) di Kabupaten Kupang dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 700 liter/detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,125 MW dan pengendalian banjir 531,70 m3/detik. 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.