Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kinerja Ekonomi Sulawesi Selatan Minus tapi Lebih Baik dari Ekonomi Nasional

Kinerja Ekonomi Sulawesi Selatan Minus tapi Lebih Baik dari Ekonomi Nasional
Kinerja Ekonomi Sulawesi Selatan Minus tapi Lebih Baik dari Ekonomi Nasional

Reporter : Ahmad Richad 

TVRINews, Jakarta

Komisi XI DPR mengapresiasi kinerja ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan IV 2020, meskipun masih mengalami minus. Kinerja ekonomi provinsi ini terkontraksi minus 0,62 persen (YOY), tapi tidak sedalam triwulan sebelumnya minus 1,1 persen (YOY). Angka ini masih lebih baik dibandingkan dengan kinerja ekonomi nasional, minus 2,19 persen, pada kuartal IV 2020. 

Wakil Ketua Komisi XI DPR Amir Uskara saat memimpin pertemuan Komisi XI dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan, dengan realisasi tersebut, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan untuk keseluruhan tahun 2020 terkontraksi minus 0,7 persen (YOY). 

“Perbaikan kinerja ekonomi pada triwulan IV terutama ditopang investasi yang tumbuh kuat dan ekspor luar negeri yang membaik meski terbatas. Pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19 menjelang libur akhir tahun juga menahan perbaikan kinerja ekonomi Sulawesi Selatan untuk dapat tumbuh positif," kata Amir Uskara dalam keterangan resminya yang diterima TVRINews.com, Selasa (13/4/2021). 

Pada triwulan IV 2020, menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan itu, tingkat inflasi Sulawesi Selatan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Tekanan inflasi, kata dia, disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sedangkan penyumbang inflasi salah satunya kenaikan harga rokok kretek filter setelah penerapan harga jual eceran rokok.

“Implikasi pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, yang mengalami perlambatan dan penurunan penerimaan negara serta peningkatan belanja negara. Maka diperlukan berbagai upaya pemerintah untuk melakukan penyelamatan kesehatan dan perekonomian nasional, dengan fokus pada belanja untuk kesehatan, social safety net, serta pemulihan perekonomian, termasuk untuk dunia usaha dan masyarakat yang terkena dampak,“ tutur legislator Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I tersebut.

Meski demikian, Amir menuturkan, sejumlah upaya dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan untuk menjaga stabilitas harga guna mendukung pemulihan ekonomi.

"Tekanan inflasi triwulan II 2021 diperkirakan meningkat, tapi tetap terjaga dalam rentang 3,0 persen ± 1,0 persen (YOY). TPID dalam menjaga stabilitas harga untuk keseluruhan tahun 2021 akan diperkuat guna mendukung sinergi pemulihan ekonomi," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengungkapkan, selama tahun 2020, kinerja perekonomian Sulawesi Selatan masih berada di atas nasional. 

"Konsumsi rumah tangga dan investasi menyumbang hampir 90 persen ekonomi Sulawesi Selatan pada 2020. Perbaikan kedua komponen tersebut mendukung pemulihan ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan IV 2020. Secara sektoral, perbaikan juga tecermin pada lapangan usaha yang mendukung pemenuhan konsumsi masyarakat dan investasi bangunan," kata Dody.

Lebih lanjut Dody menuturkan, Sulawesi Selatan berpotensi menjadi pusat ekonomi dan perdagangan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

 "Sebagai hub Kawasan Timur Indonesia, Sulawesi Selatan memiliki keunggulan dibandingkan dengan provinsi lain. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyumbang 85 persen dari total penumpang KTI. 

Selain itu, pengembangan infrastruktur konektivitas di Sulawesi Selatan mendukung pertumbuhan lebih tinggi," ujarnya.

Kunjungan Kerja Komisi XI DPR ini juga diikuti perwakilan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Bank Mandiri, BTN, BNI, dan BRI di Makassar. Kunjungan ini bertujuan melakukan pengawasan terhadap perkembangan pertumbuhan perekonomian dan pengendalian inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan. 

 

 

Editor : Agus S.Riyanto


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.