Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Reaktivasi 300 Ribu Posyandu

Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Reaktivasi 300 Ribu Posyandu
Kredit foto: Dinas Kesehatan Kota Surabaya

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta


Pemerintah akan memperluas layanan kesehatan primer dengan mereaktivasi sekitar 300 ribu posyandu di seluruh Indonesia.  Saat ini, jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia masih sangat terbatas sehingga belum dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku saat ini hanya tersedia sekitar 10 ribu puskesmas, sehingga tidak cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat. Menurutnya, pemerintah pusat maupun daerah kesulitan untuk memberikan layanan kesehatan ke 80-an ribu desa, 514 kabupaten/kota di 34 provinsi, jika hanya mengandalkan puskesmas.

Dengan jumlah unit yang banyak, ditunjang dengan kader kesehatan yang terampil serta sarana dan prasarana yang baik, Menkes meyakini posyandu memiliki potensi yang sangat besar untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia. 

Penggaungan kembali serta rebranding posyandu ini, ujar Menkes merupakan bagian dari transformasi di bidang kesehatan.

“Kita akan mereaktivasi, meredefinisikan lagi posyandu agar bisa lebih sistematis dan lebih mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah untuk memberikan layanan kesehatan standar di seluruh pelosok Indonesia,” kata Budi, Jumat (13/5/2022).

Reaktivasi ini menjadi tantangan tersendiri terutama pada masa Covid-19 karena operasional posyandu sedikit terganggu saat pandemi. Dilaporkan jumlah kunjungan sasaran ke posyandu menurun seiring dengan tingginya penularan dan penyebaran Covid-19.

“Posyandu kita di masa pandemi jauh lebih menurun. Data yang kita terima penurunanya sampai 70 persen lebih. Posyandu tidak bisa melakukan aktivitas karena pandemi Covid-19,” ujar Budi.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.