Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

HET Minyak Goreng Kemasan Dicabut, Warga Beralih ke Minyak Curah

Penulis: Yanda

TVRINews, Banjarmasin

Dicabutnya kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan, menyebabkan warga beralih ke minyak curah. Seperti di Banjarmasin Tengah, untuk mendapatkan minyak goreng curah, warga harus berjuang dengan antre panas-panasan.

Seorang pembeli, Rina mengatakan dirinya rela panas-panasan mengantri hampir dua jam lebih untuk membeli minyak goreng curah, karena harga minyak goreng kemasan di pasar sangat mahal dan tidak terjangkau olehnya.

“Harga minyak goreng kemasan di pasaran tidak sebanding jika digunakan untuk kebutuhan berjualan. Sehingga saya membeli minyak goreng murah,” kata Rina kepada TVRINews, Selasa (29/3/2022).

“Saya berharap pemerintah bisa kembali mengontrol tarif minyak goreng kemasan di pasaran. Karena jika dengan harga selangit masyarakat seperti kami akan menjerit,” sambungnya.

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Langka di Bukittinggi, Pengusaha Kurangi Produksi

Menurut Rifki, distributor minyak curah di Jalan Pahlawan Banjarmasin Tengah sejak pemerintah mencabut HET minyak goreng kemasan, banyak warga yang datang ke tempatnya. 

“Karena banyaknya warga yang datang, kami harus mengatur sistem pembelian. Setiap warga diberi kupon yang nantinya ditukarkan saat melakukan transaksi,” kata Rifki. 

Seperti diketahui, pemerintah resmi mencabut kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan. Pencabutan ini dibuktikan dengan dicabutnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng.

Pemerintah juga telah menetapkan HET untuk minyak goreng curah sebesar Rp 14 ribu perliter atau setara Rp 15.500 perkilogram yang berlaku untuk pedagang di pasar.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Tak Kunjung Turun, Puluhan Orang Demo di Kantor DPRD Banjarmasin


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.