Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Pemerintah Tidak akan Kompromi Terhadap Segala Bentuk Intoleran

Pemerintah Tidak akan Kompromi Terhadap Segala Bentuk Intoleran
Pemerintah Tidak akan Kompromi Terhadap Segala Bentuk Intoleran

Reporter : Aulia Zita

TVRINews, Jakarta

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk tindakan intoleran yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebhinekaan.

Saat membuka Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama PKB, di Istana Negara Jakarta, Kamis (8/4/2021), Presiden Jokowi menyampaikan bahwa saat sedang bekerja keras menangani pandemi, Indonesia dikejutkan dengan sejumlah tindakan terorisme.

“Kita dikejutkan oleh tindakan kekerasan yaitu terorisme. Tindakan yang lahir dari cara pandang yang keliru, dari paham yang salah, yang jelas jelas bertentangan dengan nilai luhur agama, yang jelas-jelas merupakan kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang mengancam kerukunan kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Presiden dalam pidatonya yang disiarkan secara virtual.

Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk untuk selalu menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya toleransi adalah bagian yang sangat penting dalam moderasi beragama. 

“Eksklusifitas dan ketertutupan jelas tidak sesuai dengan bhinneka tunggal ika,” ujar Jokowi.

“Dalam hal ini sikap pemerintah tegas, tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga menyampaikan harapannya kepada PKB agar terus menyemai nilai-nilai moderasi dan menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar sesama, untuk membantu memerangi radikalisme di Indonesia.

“Agama dan nasionalisme tidaklah bertentangan namun justru menopang satu sama lain, saya percaya PKB di hari ini, ke depan, dan seterusnya akan terus mewarisi semangat yang mulia tersebut,” ujar Jokowi.

 

Editor : Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.