Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas, 253 Jiwa Mengungsi

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas, 253 Jiwa Mengungsi
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas, 253 Jiwa Mengungsi

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Yogyakarta


Gunung Merapi mengalami peningkatan aktivitas yang ditunjukkan dengan munculnya luncuran awan panas guguran (APG) sejauh 5.000 meter dan mengarah ke arah tenggara pada Rabu (9/3) sejak pukul 23.18 WIB, hingga pagi ini, Kamis (10/3).

Selain itu, Gunung Merapi teramati juga mengeluarkan lava pijar sebanyak 7 kali dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat waktu terjadinya APG masing-masing, pukul 23.18, 23.29, 23.38, 23.44 dan 23.53 WIB, dengan amplitudo maksimal 75 milimeter dan durasi maksimal 570 detik.

Kemudian APG kembali terjadi dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter pada Kamis (10/3) dini hari pukul 00.22, 01.00, 01.22, 01.35, 02.07 WIB, dengan amplitudo maksimal 75 milimeter dan durasi 191 detik. 

BPPTKG menyatakan pukul 01.30 WIB aktivitas Gunung Merapi telah melandai. Adapun pasca kejadian APG sebelumnya, kegempaan didominasi oleh gempa-gempa guguran.

Peristiwa APG menurut laporan BPPTKG juga memicu terjadinya hujan abu di beberapa wilayah seperti di Pos Pengamatan Gunung Api Babadan, Desa Tlogolele, Desa Ketep, Desa Jati, Desa Soronalan dan Desa Gantang di Kecamatan Sawangan, Desa Paten, Desa Sengi dan Desa Krinjing di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

Kemudian juga Desa Balai Rante di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan atas adanya peristiwa APG hingga hujan abu vulkanik itu, 253 warga harus mengungsi sementara ke tempat yang aman. 

"Adapun rinciannya adalah 60 warga di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah dan 193 warga di Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta," kata Abdul Muhari kepada wartawan, Kamis (10/2/2022).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan BPBD Kabupaten Sleman telah melakukan pendampingan serta memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi tersebut.

BPBD meminta seluruh warga yang berada di dekat lereng Gunung Api Merapi agar segera menjauh dari zona bahaya. Warga juga diminta agar dapat segera berkumpul di tempat (titik kumpul) yang sudah di tetapkan guna memudahkan tim dalam melakukan pertolongan dan evakuasi ke tempat yang lebih aman.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.