Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Kasus Korupsi Lahan Rusun di Cengkareng, Bareskrim Polri Sita Aset Rp700 Miliar

Kasus Korupsi Lahan Rusun di Cengkareng, Bareskrim Polri Sita Aset Rp700 Miliar
Kasus Korupsi Lahan Rusun di Cengkareng, Bareskrim Polri Sita Aset Rp700 Miliar

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta
Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditipidkor) Bareskrim Polri, menyita aset senilai Rp700 miliar terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan rumah susun (rusun) di Cengkareng, Jakarta Barat. 

Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo menyatakan menyita aset tersebut merupakan cara Polri untuk mengembalikan keuangan negara akibat korupsi. 

“Jadi, kalau kita melihat ini kerugian keuangan negara dari sekitar Rp650 miliar. Tapi kita melakukan asset recovery itu sekitar Rp 700 miliar," kata Cahyono dari keterangan tertulis yang diterima TVRINews, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: Kasus Suap Mamberamo Tengah, KPK Geledah Kediaman Pihak yang Terlibat

Lanjut Cahyono, dalan kasus tersebut terdapat dua tersangka yaitu mantan Kepala Bidang Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Sukmana dan Rudy Hartono Iskandar yang merupakan pihak swasta.

"Terdapat fakta, yang kita temukan bahwa uang hasil kejahatan berada dalam sistem korporasi. Dimana korporasi ini dikuasai atau dikendalikan oleh yang bersangkutan," ujar Cahyono. 

Cahyono menjelaskan, saat ini pihaknya masih memburu dugaan adanya aset lain yang disembunyikan tersangka di luar negeri. Untuk mendalaminya, Polri  melakukan koordinasi dengan otoritas negara terkait. 

“Untuk aset-aset yang terkait dengan bukti ada transfer ke luar negeri, kita masih mendalami juga. Tentunya nanti kita akan update berikutnya, karena ini menyangkut ada beberapa negara. Kita sudah lakukan upaya dengan otoritas di luar negeri dalam rangka mendalami dan pengejaran terhadap aset tersebut," ucap Cahyono.

Baca Juga: Menang Lawan Amber Heard di Pengadilan, Johnny Depp Tulis Pesan Menyentuh untuk Penggemar

Pada kasus tersebut, kedua tersangka diduga terlibat dugaan korupsi pengadaan tanah seluas 4,69 hektare di Cengkareng untuk pembangunan rusun oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah (DPGP) DKI Jakarta tahun anggaran 2015 saat Gubernur DKI dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.