Trending

  • Kamis, 27 Januari 2022

Ekonomi

  • 0 Komentar

Beri Stimulus Ekonomi, Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Infrastruktur

Beri Stimulus Ekonomi, Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Infrastruktur
Beri Stimulus Ekonomi, Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Infrastruktur

Reporter: Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya mendorong program pembangunan infrastruktur di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman dan perumahan guna memberi stimulus bagi sektor yang bersentuhan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), guna menaikkan pertumbuhan ekonomi melalui akselerasi dan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur.

Data mencatat, realisasi anggaran PUPR Tahun 2021 telah terserap sebesar Rp10,6 triliun dari Rp 149,8 triliun. Artinya 7,08 persen dana anggaran telah digunakan.

“Penyerapan keuangan di Kementerian PUPR harus dipercepat dalam rangka percepatan ekonomi nasional dan memperbaiki pola belanja di Kementerian. Percepatan realisasi pembangunan infrastruktur tahun 2021 kami lakukan melalui lelang dini mulai Oktober 2020,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono melalui keterangan tertulisnya, Selasa, (2/2/2021).

Kementerian PUPR telah melakukan lelang dini TA 2021 sebanyak 4.632 paket dari total 5.439 paket. Hingga awal Februari 2021, tercatat jumlah paket yang telah ditetapkan pemenangnya sebanyak 2.001 dengan nilai Rp 17,5 triliun.

Guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, pagu Kementerian PUPR TA 2021 dimanfaatkan untuk pembangunan bidang sumber daya air senilai Rp 58,5 triliun.

Dana tersebut sebagian digunakan untuk pembangunan 48 bendungan (5 baru dan 43 ongoing), 42 embung, 25.000 ha pembangunan daerah irigasi dan 250.000 ha rehabilitasi jaringan irigasi.

Di sektor konektivitas, pembangunan 410 km jalan tol dan 831 km jalan nasional senilai Rp 53,9 triliun. Di bidang permukiman diantaranya pengembangan 3 kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu dan pengelolaan air limbah untuk 131.342 KK senilai Rp 26,5 triliun.

Sedangkan di bidang perumahan, telah dilakukan  pembangunan 9.705 unit rumah susun dan 114.900 unit rumah swadaya senilai Rp 8 triliun.

Dari total anggaran tahun 2021 tersebut juga termasuk dari program pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT). Program tersebut untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya. Alokasi anggaran PKT tahun 2021 disiapkan untuk menyerap tenaga kerja sebanyak 796.807. 

Dengan begitu, program PKT yang sudah tersalurkan sebesar Rp 24,13 miliar dan telah menyerap 380 tenaga kerja. Jumlah ini akan terus bertambah untuk mendukung penciptaan lapangan kerja sebagai bagian upaya Pemulihan Ekonomi Nasional.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar