Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Politik

  • 0 Komentar

Ketua KPU RI : Jadikan Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa

Ketua KPU RI : Jadikan Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa
Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta
Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asy'ari menekankan pentingnya definisi Pemilu dan Pilkada sebagai komitmen yang harus dipahami bersama-sama.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU RI dalam sambutannya pada kegiatan Peluncuran Tahapan Pemilu 2024 yang diselenggarakan malam ini, Selasa (14/6) di Halaman Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

"Bahwa ini yang penting untuk kita pahami bersama, selalu ada kekhawatiran selalu ada keresahan tapi penting untuk kita definisikan ulang apa yang dimaksud dengan Pemilu dan apa yang kita pahami tentang Pilkada," kata Hasyim Asy'ari.

Hasyim menjelaskan bahwa secara umum definisi Pemilu dan Pilkada merupakan arena konflik yang dianggap sah dan legal untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan.

"Nah karena memang kita sadari mengapa terjadi konflik ini berangkat dari pemahaman kita bahwa kita ini adalah majemuk, kita ini plural, dan kemudian kita rumuskan bersama-sama dengan asas atau landasan berbangsa kita yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Itu artinya kita menyadari bahwa kita ini beragam, kita ini majemuk, tapi harus kita sadari bahwa kita ini Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Tanah Air yaitu Indonesia," ujar Hasyim.

Lebih lanjut, Ketua KPU mengatakan bahwa salah satu ciri demokrasi adalah dilaksanakannya Pemilu secara reguler. Reguleritas Pemilu di Indonesia adalah 5 tahunan dan hal tersebut merupakan amanat konstitusi Republik Indonesia

"Saya kira kita paham pasal 22E Undang-Undang Dasar mengamanatkan asas Pemilu itu selain LUBER (Langsung Umum Bebas dan Rahasia) dan JURDIL (Jujur dan Adil), ada satu lagi yaitu diselenggarakan setiap lima tahun sekali," ucap Ketua KPU.

Ia menyampaikan bahwa regularitas lima tahun sekali itu adalah bagian dari asas Pemilu dan sudah menjadi tugas bagi penyelenggara Pemilu untuk memastikan Pemilu berjalan secara reguler lima tahun.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.