Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Olahraga

  • 0 Komentar

Tes Doping, IADO Ambil Sampel 15 Persen Atlet ASEAN Para Games Solo 2022

Tes Doping, IADO Ambil Sampel 15 Persen Atlet ASEAN Para Games Solo 2022
Tes Doping, IADO Ambil Sampel 15 Persen Atlet ASEAN Para Games Solo 2022

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Solo
Lembaga Anti-Doping Indonesia (IADO) bekerjasama dengan APC (Asian Paralympic Committee) dan APSF (ASEAN Para Sports Federation) membantu INASPOC untuk pengambilan sampel guna keperluan doping control, terhadap 10-15 persen atlet dari total yang berlaga di ASEAN Para Games Solo 2022.

IADO akan menerjunkan 27 DCO (Doping Control Officer), 1 BCO dan 33 Chaperone (pendamping DCO) yang sudah berpengalaman bertugas dalam berbagai event olahraga nasional maupun internasional.

Hari ini dan besok, 27-28 Juli 2022, IADO mengadakan bimtek bagi seluruh Chaperone di Hotel Amerole Solo. Mereka akan dibekali sejumlah materi tentang overview mengenai Anti-Doping, khususnya yang diatur dalam World Anti-Doping Code, peran dan tanggung jawab serta prosedur Chaperone, kode etik dan cara pengisian DCF (Doping Control Form), praktikum, dan ujian.

Pengambilan sample yang terdiri dari urine dan darah terhadap atlet dilakukan selama ASEAN Para Games berlangsung tanpa pemberitahuan awal, sesuai tata tertib World Anti-Doping Code. Akan ada 13 lokasi pengambilan sample doping selama ASEAN Para Games.

Mengingat treatment para DCO dan Bimtek bagi Chaperone ini terhadap para atlet ASEAN Para Games lebih khusus, mereka ini sudah dibekali cara penanganannya dalam kegiatan refreshment dan Bimtek tersebut. 

Mereka juga umumnya sudah berpengalaman saat menjadi DCO di berbagai event paralimpik baik Asian Para Games, ASEAN Para Games, maupun PEPARNAS. Seluruh cabang olahraga akan diambil sampel dopingnya sesuai proporsi keterwakilan yang ada, kecuali cabang olahraga Catur.

Satu hal yang menjadi kekhususan saat ASEAN Para Games ini, IADO akan juga lebih menekankan pada sisi edukasi melalui kampanye anti-doping /outreach berupa pendirian booth yang dapat dikunjungi oleh atlet dan personil tim, pada sejumlah venue yang memiliki risiko potensi kasus doping.

Hal ini sudah menjadi isu dan program baru dari WADA secara global, dengan tujuan untuk lebih memberi penekanan pada para atlet, pelatih dan para pemangku kepentingan, bahwa doping tidak hanya ditemukannya hasil positif pada sampel.

Namun, sering terdapatnya 11 pelanggaran anti-doping (ADRVs /Anti-Doping Rule Violations) yang mana seluruhnya berlaku untuk atlet dan tujuh pelanggaran yang juga berlaku untuk personil pendukung atlet. 

Ketentuan ini berlaku tidak hanya untuk atlet penyandang disabilitas (paralimpik), tetapi juga yang non disabilitas, karena World Anti-Doping Code memberlakukan aturan tersebut baik untuk para atlet NOC, tetapi juga NPC.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.