Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Hasil Serologi Survey Nasional: Banyak Pasien Covid-19 di Indonesia Tidak Tahu Sudah Terinfeksi

Hasil Serologi Survey Nasional: Banyak Pasien Covid-19 di Indonesia Tidak Tahu Sudah Terinfeksi
Hasil Serologi Survey Nasional: Banyak Pasien Covid-19 di Indonesia Tidak Tahu Sudah Terinfeksi

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus berupaya untuk menekan angka kasus Covid-19 yang masih menyebar di Tanah Air. Saat ini, Indonesia sudah melewati tiga gelombang kasus yang membuat angka Covid-19 melonjak tinggi.

Mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga percepatan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan untuk mengalihkan masa pandemi menjadi endemi. Sehingga, relaksasi kebijakan sampai upaya pemulihan ekonomi pun bisa dilakukan.

Untuk memperkaya pemerintah dalam menekan laju kasus Covid-19, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri melakukan survey serelogi Covid-19 secara nasional yang dilakukan pada November-Desember 2021 lalu.

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan menyatakan secara umum 86,6 persen penduduk Indonesia pada bulan November 2021 lalu sudah memiliki antibodi terhadap virus SARS-CoV-2. Meskipun, memiliki antibodi SARS-CoV-2 bukan berarti tidak bisa terinfeksi. 

Menurut Iwan, mereka masih mungkin terinfeksi tapi dengan memiliki antibodi, resiko untuk terjadinya sakit yang parah hingga meninggal karena Covid-19 akan jauh berkurang. Dari yang belum divaksin pada November 2021, 73,9 persen sudah memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.

"Darimana mereka dapat kalau mereka belum divaksin? Mereka dapat dari yang terinfeksi baik yang mereka tahu ataupun tidak tahu kalau mereka sudah terinfeksi. Begitu mereka divaksin, proporsi yang punya antibodi lebih tinggi lagi," kata Iwan dalam konferensi pers: "Hasil Serologi Survey Nasional" yang disiarkan secara virtual, Jumat (18/3/2022).

Ia menekankan bahwa vaksinasi sangat bermanfaat untuk meningkatkan proporsi penduduk yang memiliki antibodi terhadap SARS CoV-2. Sebab, jika dibandingkan antara yang sudah terdeteksi dan belum pernah terdeteksi dalam arti secara sistem pemeriksaan yang ada, belum pernah dideteksi terdiagnosis Covid-19. 

"Mereka mungkin sudah pernah terdeteksi tapi mereka tidak tahu. Mereka yang belum pernah terdeteksi, belum pernah divaksinasi. Tapi, kalau diperiksa antibodinya 73.6 persen sudah memiliki antibodi. Ini artinya mereka yang terdeteksi tapi mereka tidak tahu, ini cukup banyak di Indonesia," ujar Iwan.

Iwan menuturkan jika sudah terdeteksi maka proporsinya akan lebih tinggi, terlebih jika sudah divaksinasi. Mereka memiliki proporsi antibodi lebih tinggi mencapai 96 persen.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar