Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Gunung Api di Tonga Meletus, BMKG: Masyarakat Indonesia Harus Tetap Tenang

Gunung Api di Tonga Meletus, BMKG: Masyarakat Indonesia Harus Tetap Tenang
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan dari hasil observasi muka laut letusan gunung api tersebut tidak menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. 

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

 

Gunung Berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai yang berada di bawah laut meletus eksplosif pada Sabtu (15/01/2022). Akibat letusan gunung di bawah laut itu, tsunami menerjang wilayah Kerajaan Tonga. 

Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk wilayah Hawaii, Alaska dan pantai Pasifik Amerika Serikat serta Chili.

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan dari hasil observasi muka laut yang dilakukan oleh BMKG, letusan gunung api tersebut tidak menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.  

"Ancaman tsunami tersebut tidak menimbulkan bahaya di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Bambang Setiyo melalui pesan singkat kepada TVRINews.com, Minggu (16/01/2022).

Sebelumnya diberitakan telah terjadi erupsi gunung api bawah laut di wilayah Tonga pada tanggal 15 Januari 2022 pukul 11:27 WIB dengan koordinat 20,5° lintang selatan dan 175,4° bujur timur.

Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) memberikan informasi bahwa erupsi gunung api tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Tonga, Papua New Guinea dan Australia.

Selain itu, tsunami juga dilaporkan melanda Jepang. Gelombang dilaporkan dengan ketinggian 3 meter.

Tak sampai di situ, letusan gunung itu juga berdampak pada peringatan dini tsunami di Amerika hingga Chili. Warga di pesisir Amerika Serikat dan Chili diminta menjauhi pantai.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.