Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Nasional

  • 0 Komentar

IDI Pecat Dokter Terawan, Pimpinan DPR: Keputusan Ini Berbahaya!

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) diketahui telah secara resmi memberhentikan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) sebagai anggota IDI. 

Menanggapi pemberhantian dr. Terawan itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menilai, keputusan MKEK tersebut berbahaya bagi masa depan dunia kedokteran di Indonesia.

"Kenapa putusan ini berbahaya? Terus terang begini, dengan adanya rekomendasi MKEK ini saya khawatir akan menjadi yurisprudensi bagi masalah serupa di masa yang akan datang, sehingga menyebabkan para dokter-dokter kita takut untuk mencoba dan berinovasi dengan berbagai riset-risetnya," kata Dasco, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/3/2022).

Lebih lanjut, Dasco menjelaskan, idealnya IDI sebagai sebuah organisasi profesi yang diberikan kewenangan cukup luas oleh UU Praktik Kedokteran, harus bisa lebih mengayomi dan membina para anggotanya serta terbuka dengan berbagai inovasi dan kebaruan di bidang kesehatan, farmasi dan kedokteran.

"Saya minta Kementerian Kesehatan untuk memberi atensi dan mengkaji rekomendasi yang keluarkan oleh MKEK IDI tersebut, terutama dari aspek hukum dan peraturan perundang-undangan," ujar Dasco.

"Saya tegaskan bahwa ini bukan hanya soal Pak Terawan ya. Tetapi ini tentang masa depan dunia kedokteran kita, masa depan dunia farmasi kita, agar lebih mandiri dan berdikari. Jangan sampai sebuah inovasi atau prestasi yang harusnya diapresiasi, ini malah diganjar dengan sanksi," sambung politikus Partai Gerindra itu.

Sebagai informasi, konsekuensi dari dipecatnya Mantan Menkes dr. Terawan sebagai anggota IDI adalah ia tidak bisa mendapatkan rekomendasi untuk mengurus Surat Ijin Praktek.

Jadi, dokter Terawan tidak bisa lagi praktek melayani pasien di Indonesia karena tidak memiliki SIP.

Adapun isi keputusan MKEK:

1. Pemberhentian secara permanen kepada Prof Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K) sebagai anggota IDI.
2. Pemberhentian tersebut dilaksanakan oleh PB IDI selambat-lambatnya 28 hari kerja.
3. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Keputusan ini merupakan hasil rapat khusus MKEK dalam Muktamar PB IDI di Banda Aceh.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda