Trending

  • Minggu, 14 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Jakarta-Bogor

Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Jakarta-Bogor
Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Jakarta-Bogor

Reporter: Riana Rizkia

TVRINews, Jakarta

Satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kasus penyalahgunaan sabu dan ganja jaringan Jakarta-Bogor. Barang bukti ganja seberat 13,5 kg  dan sabu seberat 644 gram.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan warga yang menyebut bahwa ada satu orang pria berinisial DC yang akan mengedarkan ganja.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas mengintai dan langsung melakukan penangkapan kepada DC di kawasan Jakarta Selatan.

Dari penangkapan tersebut,  diamankan barang bukti dari pelaku berupa lima bungkus kantong plastik diikat lakban hitam berisi ganja seberat 10 kg.

Setelah penangkapan DC, kasus tersebut terus dikembangkan. Kepada penyidik, DC mengaku akan mengirimkan narkoba tersebut kepada dua orang berinisial MH dan MYH.

"Kemudian terhadap DC, kita telusuri dan dapat informasi bahwa ada pengiriman melalui jasa pengiriman diduga akan mengirimkan narkoba jenis ganja kemudian Satresnarkoba melakukan pemantauan di lokasi, ternyata barang di MH dan MYH dengan barang bukti paket ganja 2,5 kg," kata Azis di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021).

Satu minggu dari penangkapan ketiga pelaku, polisi kembali mendapatkan informasi akan adanya jual-beli sabu dengan penerima paket yaitu IF.

Dari informasi tersebut, petugas langsung mengintai pelaku dan mengamankan paket sabu seberat 155 gram dari tangannya. Kepada polisi IF mengaku masih menyimpan sebanyak 489 sabu di dalam kamar kosnya.

"Hasil interogasi petugas membawa IF ke kosannya, dan didapatkan barang bukti bsabu 489 gram, total 644 gram sabu," ucap Azis.

Penangkapan selanjutnya adalah seorang lelaki berinisial J di Kebayoran Lama dengan barang bukti 1 kg ganja, pengembangan dari DC.

Azis mengatakan, jaringan Jakarta-Bogor ini memperoleh ganja dan sabu dari luar pulau Jawa

"Untuk barang dari luar Jawa dan masih dalam proses pengembangan lebih lanjut. Nah ini selalu sebuah jaringan ya, tidak jarang perorangan atau mungkin pengguna akan berkembang menjadi pengedar. Untuk harga jualnya tergantung pasaran, sabu 1 gram Rp400 ribu dan ganja 100 gram sekitar Rp400 ribu," katanya.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Sub Pasal pasal 111 ayat 2, pasal 112 ayat 2 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana minimal 6 tahun dan paling lama 20 tahun.


 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.