Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Ponpes di Rusak Masa, Menag: Ini Melanggar Hukum, Harus Diusut Tuntas!

Ponpes di Rusak Masa, Menag: Ini Melanggar Hukum, Harus Diusut Tuntas!
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sangat prihatin dengan kasus perusakan Pondok Pesantren As-Sunnah, Aikmel, Lombok Timur oleh sekelompok orang tidak dikenal beberapa waktu lalu

Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta

 

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sangat prihatin dengan kasus perusakan Pondok Pesantren As-Sunnah, Aikmel, Lombok Timur oleh sekelompok orang tidak dikenal beberapa waktu lalu. 

 

Gus Yaqut sapaan akrabnya, menyesalkan terjadinya perusakan pesantren itu, ia juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendorong agar kasus ini segera dituntaskan. 

 

“Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak pesantren dan harta benda milik orang lain itu tidaklah bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,” tegas Menag di Jakarta, Selasa (4/1/2022).

 

Lebih lanjut Gus Yaqut meminta aparat keamanan untuk mengusut kasus ini dengan tuntas dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Di sisi lain, dirinya juga berharap masyarakat setempat tetap tenang tidak terpancing dengan aksi tersebut. 

 

"Saya juga meminta tokoh agama setempat untuk segera melakukan langkah-langkah proaktif agar kasus ini segera tuntas dan kedamaian di Lombok Timur tercipta lagi," ujarnya.
 
Peristiwa perusakan pesantren itu diduga dipicu oleh viralnya ceramah ustadz dari Ponpes As-Sunnah yang mengatakan Makam Selaparang, Sukarbela, 'Alibatu tain basong'.

 

Terkait dugaan adanya hinaan yang disampaikan ustaz pesantren itu, Yaqut mengingatkan bahwa para penceramah agar mengedepankan cara-cara yang santun dan tanpa memprovokasi jamaah. 

 

Menurutnya, tindakan provokasi akan dapat memancing emosi publik. Para penceramah harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai. 

 

"Ceramah harus disampaikan dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Bukan dengan cara-cara menghina dan memprovokasi. Hal itu bukan mengundang simpati, tapi emosi," pesan Gus Yaqut.

 

Gus Yaqut juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Ummat Beragama(FKUB) Kabupaten Lombok Timur untuk terus bersinergi dalam menjaga, merawat dan memelihara kerukunan Ummat Beragama yang dilandasi rasa toleransi, saling menghormati dan saling menghargai sesama ummat beragama.

 

"Kami harap semua pihak mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat," tuturnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.