Trending

  • Sabtu, 13 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Budidaya Kunyit Hitam, Potensi Bisnis yang Menjanjikan di Masa Pandemi

Budidaya Kunyit Hitam, Potensi Bisnis yang Menjanjikan di Masa Pandemi
Tanaman Kunyit Hitam atau kunir hitam (curcuma caesia) merupakan  salah satu tanaman yang sangat langka.

Penulis : Toni Sontani

TVRINews, Tasikmalaya

 

Tanaman Kunyit Hitam atau kunir hitam (curcuma caesia) merupakan  salah satu tanaman yang sangat langka. Selain langka, tanaman ini juga kaya manfaat dan berkhasiat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Tidak heran, tanaman asal India ini bernilai ekonomi tinggi. Saat ini harga Kunyit Hitam di pasaran berkisar Rp3 juta per kilogramnya.

Yayan Sofyan Ansori, warga Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, ia berhasil membudidayakan Kunyit Hitam hanya dengan memanfatkan polybag (kantong plastik). Dengan luasan lahan yang terbatas, memanfaatkan pekarangan rumahnya, Yayan kini berhasil meraup keuntungan ratusan juta rupiah setiap bulannya.

"Awalnya saya tidak ada niat untuk membudidayakan Kunyit Hitam, sebab awalnya hanya untuk konsumsi obat buat keluarga dan tidak memiliki dasar sebagai petani. Namun tertarik setelah saudara sembuh yang menderita tumor dan baru menjalani kemo terapi satu kali sembuh, setelah mengkonsumsi Kunyit Hitam", jelas Yayan.

Hingga akhirnya ketertarikan Yayan membudidayakan Kunyit Hitam mulai bangkit dengan membeli bibit dari Jawa Tengah, yang juga menjual Kunyit Hitam.

Berkat kreativitasnya tersebut, kini Yayan sudah memiliki 273 pohon bibit Kunyit Hitam yang ia budidayakan selama pandemi Covid 19. Setiap bibit tanaman Kunyit Hitam ia jual seharga Rp275.000 per dua batang pohon.

"Kami jual Rp275.000 per bibit yang baru memiliki dua batang pohon, yang awalnya hanya beberapa orang saja. Kini banyak yang memesan dari berbagai daerah," ungkapnya.

Kini warga sekitar juga diberdayakan untuk sama-sama mengembangkan tanaman Kunyit Hitam.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.