Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Metro

  • 0 Komentar

Sidang Perdana Bupati Nonaktif Nganjuk yang Terjerat Kasus Jual-Beli Jabatan

Sidang Perdana Bupati Nonaktif Nganjuk yang Terjerat Kasus Jual-Beli Jabatan
Sidang Perdana Bupati Nonaktif Nganjuk yang Terjerat Kasus Jual-Beli Jabatan

Penulis: Kristono

TVRINews, Sidoarjo

Digelar secara virtual, Bupati nonaktif Nganjuk Novi Rahman Hidayat disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari jaksa.

Diwakili langsung oleh Kajari Nganjuk dalam pembacaan surat dakwaan, terdakwa Bupati non aktif Nganjuk ditengarai telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi melanggar pasal 12 huruf e undang undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, yakni dengan meminta sejumlah uang dalam pengisian jabatan Perangkat Desa.

Agenda perdana pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum, sidang kasus korupsi jual beli jabatan dipimpin Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta. 

Tim jaksa dari Kejaksaan Negeri Nganjuk yang diwakili oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero South membacakan dakwaan setebal ratusan halaman secara bergantian.

Tim jaksa sesuai dari dakwaan yang telah dibacakan, menilai terdakwa dalam kaitan jabatannya telah meminta sejumlah uang sebesar Rp10-15 juta untuk pengisian jabatan Perangkat Desa.

Terdakwa dinilai telah memaksa para Kepala Desa yang ada di wilayahnya agar mengadakan seleksi perangkat desa melalui para camat. Atas perbuatan yang dilakukan tersebut, terdakwa didakwa melanggar pasal 12 huruf e undang undang nomer 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang undang nomer 20 tahun 2001 tentang tindak pemberantasan tindak pidana korupsi.   

Kuasa Hukum Bupati nonaktif Nganjuk, Tis'at Afriyandi mengatakan, akan mengajukan eksepsi karena hasilnya baru diketahui minggu depan, sehingga pihaknya belum bisa menyimpulkan karena harus memeriksa satu persatu berkas yang sudah dibacakan dalam persidangan tersebut.

Menurutnya eksepsi dilakukan sebagaimana hak terdakwa yang diatur dalam pasal 156 ayat 1 KUHAP.                                                                                                                                      Seperti diketahui terdakwa Novi Rahman terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK dan Mabes Polri pada 10 Mei 2021. Dalam OTT tersebut tim gabungan mengamankan 10 orang termasuk terdakwa Novi Rahman Hidayat.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.