Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Pengusaha Sablon di Mamuju Bagikan Kiat Hadapi Tantangan di Masa Pandemi

Pengusaha Sablon di Mamuju Bagikan Kiat Hadapi Tantangan di Masa Pandemi
Pengusaha Sablon di Mamuju Bagikan Kiat Hadapi Tantangan di Masa Pandemi

Reporter: Rahmat Tahir

TVRINEWS, Kabupaten Mamuju

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang mendapat pukulan lantaran wabah pandemi Covid-19. Tidak sedikit usaha yang jatuh karena macetnya roda perekonomian.

Sempat menikmati keuntungan dari usaha yang dirintis sejak 2018, Nasrullah, pemilik Pandara tidak patah semangat saat terdampak pandemi Covid-19. Pemuda kreatif dari Tanah Mandar, Sulawesi Barat ini terus bertahan dan kembali bangkit dengan usaha baju sablonnya.

Ia menuturkan, bisnis yang dijalaninya sempat goncang pada awal-awal pandemi menyerang. Meski kondisi pandemi tidak kunjung membaik, dengan optimisme serta ketekunan yang dimiliki, omzetnya kembali meningkat. "Ketika awal pandemi, turun drastis sampai 60 persen. Tapi sekarang sudah mulai perlahan pulih kembali," ungkapnya, Sabtu (19/6/2021).

Dia menyampaikan, bisnis sablon yang digeluti ada dua macam, yakni servis komputer dan sablon digital (DTF). Adapun alat yang digunakan, di antaranya laptop/kumputer untuk membuat desain, meja sablon, dan print DTF. Jika ingin mengunjungi atau memesanan baju impor dan servis komputer, tokonya beralamat di Jalan Ranggo Kelurahan Rimuku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Ditambahkannya, pemuda milenial dalam situasi pandemi tidak boleh berdiam diri. Kondisi seperti sekarang ini menuntut kita untuk selalu kreatif di bidang apapun. "Yang suka kaos, mungkin bisa seperti saya ini. Yang suka makanan, bisa dengan bisnis makanannya, yang penting ulet, kerja keras," ujarnya

Dituturkannya, mulai membuka usaha sejak 2018 dengan menggarap kaos printing, kemeja dan kaos yang dijual di sekitar Kota Mamuju. Kini, penjualan yang dilakukan sudah sampai Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan Kendari, Sulawesi Tenggar dan Palu, Sulawesi Tengah, baik secara online maupun offline"Omzet sebulan sekitar Rp15 sampai 20 jutaan per bulan," pungkasnya.

Editor: Eggi Paksha


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.