Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Satpol PP Turunkan Baliho Raksasa Permintaan Maaf

Satpol PP Turunkan Baliho Raksasa Permintaan Maaf
Satpol PP Turunkan Baliho Raksasa Permintaan Maaf

Penulis: Puji Anugerah

TVRINews, Probolinggo

Satpol PP Kabupaten Probolinggo menurunkan sebuah Baliho Raksasa yang berisi permintaan maaf dari relawan Hasan Tantri di Jalan Raya Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (6/9/2021).

Selain tidak mengantongi izin resmi, 2 baliho raksasa yang mengatasnamakan Relawan Hati tersebut juga tidak jelas pemasangnya.     
Baliho yang berisi permintaan maaf atas tindak pidana korupsi Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana Sari ini terpaksa diturunkan paksa karena tidak mengantongi izin.

Kasi Penindakan Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo menjelaskan pihaknya baru menyadari ada dua Baliho Raksasa yang terpampang di Jalan Raya Kraksaan. Setelah melakukan koordinasi dengan Dinas Perizinan Kabupaten Probolinggo, ternyata baliho tersebut tidak berizin alias ilegal.

Selain tidak berizin, Sat Pol PP juga tidak menemukan siapa pemasang baliho permintaan maaf tersebut. Karena itulah, Pihak Satpol PP Kabupaten Probolinggo langsung menurunkan keduanya meski di siang hari.

Ada dua Baliho Raksasa di Jalan Raya Kraksaan yang berisi permintaan maaf kepada warga masyarakat Kabupaten Probolinggo. Satu baliho berada persis di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Probolinggo, satunya lagi di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Semua baliho mengatasnamakan Relawan Hati yang merupakan jargon kependekan dari Hasan Dan Tantri.

Hingga saat ini, kasus korupsi jual beli jabatan Kepala Desa yang dilakukan Hasan dan Tantri sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. Meski warga telah memberi maaf, namun warga juga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada komisi antirasuah itu.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.