Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Penyaluran Solar Subsidi di Kaltim Tahun 2021 Melebihi Kuota

Penyaluran Solar Subsidi di Kaltim  Tahun 2021 Melebihi Kuota
Penyaluran Solar Subsidi di Kaltim Tahun 2021 Melebihi Kuota

Penulis: Andrie Aprianto

TVRINews, Balikpapan

Pertamina mencatat penyaluran solar subsidi yang melebih kuota di Kalimantan Timur (Kaltim). Adapun yang telah disalurkan sebanyak 158.342 kiloliter periode Januari hingga September 2021 lalu. 

Padahal batas kuota yang ada, ujar Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Kalimantan, Susanto August Satria, sebanyak 157.489 kiloliter. 

"Sehingga terjadi penyaluran melebihi kuota yang ditetapkan mencapai 1-2 persen," ujar Susanto, Senin (18/10/2021). 

Susanto menjelaskan, regulasi penyaluran solar subsidi sendiri tertuang dalam SK Kepala BPH Migas Nomor 43/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2021. Dimana secara garis besar, penyaluran solar subsidi atau jenis bahan bakar tertentu (JBT) akan disalurkan sesuai kuota yang telah ditetapkan. 

Karenanya, ia mengimbau masyarakat yang merasa mampu untuk membeli solar non subsidi, tak bukan demi menekan kelangkaan. Misalnya, Dexlite atau Pertamina Dex yang sudah tersedia di sebagian besar SPBU. 

Susanto menekankan, agar ke depannya, solar subsidi nantinya bisa disalurkan kepada sektor tertentu yang memang secara garis besar termasuk dalam kategori. 

"Kategorinya sendiri mengacu Peraturan Presiden (Perpres) No. 191 Tahun 2014. Dimana penggunaannya diperuntukkan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum," jelasnya. 

Sementara itu, kendaraan industri di atas roda 6, baik sewa maupun milik industri langsung, tidak diperkenankan menggunakan solar subsidi. Misalnya, angkutan transportasi Crude Palm Oil (CPO), batu bara, maupun komoditas industri lainnya. 

Susanto menekankan, demi mengantisipasi penyelewengan penggunaan atau penyaluran solar subsidi, maka perlu dukungan semua pihak. 

"Karena Solar JBT ini merupakan BBM subsidi yang penggunaannya harus tepat sasaran untuk sektor-sektor tertentu sehingga diperlukan pengawasan dari berbagai pihak," tutup Susanto. 

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.