
Foto: Menpora Zainudin Amali bersama Ketua Harian PB IPSI Beny Gautama
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali mendukung rencana Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk turut serta dalam ajang Olimpiade.
Ia mendorong agar PB IPSI dan International Federation Pencak Silat agar lebih menonjolkan pencak silat sebagai cabang olahraga ketimbang sebagai budaya. Sebab, Komite Olimpiade Internasional akan menjadikan faktor tersebut sebagai pertimbangan untuk mempertandingkannya di ajang Olimpiade.
“Kita harus tonjolkan Pencak Silat ini sportnya, bukan budaya. Karena berkaca dari Kempo, yang menganggap Kempo sebagai budaya Jepang. Berbeda dengan karate. Padahal keduanya dari negara yang sama,” kata Amali, Selasa (12/4/2022).
Sebelum dapat dipertandingkan, cabang olahraga pencak silat terlebih dulu harus melalui tahap ekshibisi pada Olimpiade 2024 Paris mendatang. Setelahnya, baru ada kemungkinan untuk dipertandingkan pada Olimpiade 2028 Los Angeles.
Mendukung gerakan ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan atensi dengan meminta dukungan Prancis agar olahraga pencak silat masuk ekshibisi di Olimpiade Paris 2024 mendatang. Hal ini disampaikan Jokowi ketika menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis beberapa hari lalu di Jakarta.
Pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga yang termasuk dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan, kemudian Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2021, dan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Baca Juga: Tenis Sasar Target Pertahankan Juara Umum SEA Games
Editor: Redaktur TVRINews
