Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Driver Online Food Service Sebarkan Cerita Bohong, Polisi Sebut Dalihnya Takut Diomeli Istri

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Yogyakarta


Seorang driver online food service di Yogyakarta menyebarkan cerita bohong, menjadi korban penganiayaan.

Dari foto yang beredar di media sosial, driver ini mengalami luka memar dan lebam di wajahnya dan mengaku tidak ingin melawan karena takut masuk penjara.  Pengakuan ini sontak mencuri perhatian netizen.

Pasalnya, belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan ditetapkannya Amaq Sinta ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lombok Tengah karena membunuh dua pelaku begal, lantaran membela diri dari pelaku begal yang ingin menyerangnya kala itu.

Mendapat perhatian masyarakat, Polda DI Yogyakarta melalui Direktorat Reserse Krimimal Umum dan Satreskrim dari Polresta Yogyakarta dan Satreskrim Polres Sleman membentuk tim khusus untuk mengusut lebih dalam kasus yang dialami oleh AK alias Rama.

Tim gabungan bergerak cepat melakukan kroscek atas informasi yang beredar. Namun, hasilnya nihil, karena dari narasi yang beredar menyebutkan terjadi kejahatan jalanan, ternyata tidak terbukti.

Hasil penyelidikan ini didukung dengan kesaksian orang yang berada di TKP, yakni Blimbingsari. Warga setempat menyatakan tidak terjadi kejahatan jalanan. Bahkan, fakta tersebut dibenarkan oleh Dukuh Blimbingsari yang memang selalu ronda dengan warganya.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa tim gabungan melakukan pra-rekonstruksi bersama Rama di lokasi TKP. Kala itu, ia mengaku bahwa dirinya menjadi korban. Namun, setelah menemui banyak kejanggalan, Rama akhirnya mengaku bahwa cerita yang dibuat bohong.

Rama menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada petugas, bahwa luka lebam yang dialaminya  diakibatkan oleh "AP" rekan seprofesinya. Kala itu, mereka berdua bersama dua orang lainnya sedang mengonsumsi minuman keras dan terjadilah pemukulan oleh "AP" kepada Rama.

"Ada komunikasi Rama dan AP.  Mereka bersepakat ini kejadian klitih ya, kejadian kejahatan jalanan. Karena motif AK (dan) AP ngomong kemana-mana (korban kejahatan jalanan), terutama istri karena takut dimarahin istri. Dianggap tidak bekerja, main-main, karena faktanya sejak Selasa (12/4) malam sampai menjelang subuh mereka minum-minum miras," kata Ade dalam konferensi pers yang ditayang secara virtual dari DIY, Sabtu (16/4/2022).

Atas kejadian ini, Ade menyatakan Rama dan AP sejauh ini masih berstatus saksi, sebab kepolisian masih akan mendalami peristiwa ini. Namun, apabila ditemukan unsur pidana dalam perbuatannya, mereka bisa dikenai Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yaitu menyebarkan berita bohong sehingga menimbulkan keonaran dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.