Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Olahraga

  • 0 Komentar

Kisah Atlet Balap Kursi Roda Maria Goreti, Dari Rasa Trauma Hingga Raih Prestasi

Kisah Atlet Balap Kursi Roda Maria Goreti, Dari Rasa Trauma Hingga Raih Prestasi
Maria Goreti

Penulis: Intan Kusumawardani

TVRINews, Solo
Atlet balap kursi roda, Maria Goreti Samiyati membagikan kisahnya saat pertama kali terjun di dunia olahraga. 

Pada awalnya, perempuan asal Cilacap itu mengaku diajak berolahraga oleh temannya untuk menghilangkan rasa sedihnya. Maria merasa sedih dan trauma lantaran harus kehilangan anaknya, namun dengan dukungan dari suaminya ia mulai menekuni olahraga.

Baca Juga: Pertama Kali Ikuti ASEAN Para Games, Maria Langsung Sabet 2 Medali Emas dan 1 Perak

"Saya 2014 akhir masuk ke NPC DKI jakarta. Pas lagi saya menikah saya diberi karunia anak namun dia meninggal. Saat itu saya sangat trauma dan kemudian ada teman yang ajak untuk olahraga saja daripada terus bersedih. Dari situ saya mulai ikut-ikut latihan pas masih berduka daripada saya mikirin terus saya coba untuk bangkit di olahraga," kata Maria saat ditemui di Stadion Manahan, Solo, Kamis (4/8/2022).

Saat terjun di dunia olahraga Maria memang sudah fokus ke cabang olahraga atletik. Bulu tangkis, tenis dan segala macam olahraga sudah ia coba, namun ia mengaku lebih menyukai balap kusi roda.

"Memang langsung kesini tapi awalnya memang disuruh coba-coba kayak badminton, tenis segala macam tapi tidak masuk. Lalu coba balap kursi roda karena saya suka di tenaga-tenaga jadi saya langsung  semangat," ucapnya.

Saat awal menekuni balap kursi roda, Maria mengaku kesulitan untuk beradaptasi saat menggunakan sarung tangan. Menurutnya jika tidak berdaptasi dengan sarung tangan maka akan mudah terpeleset saat bertanding.

"Kesulitannya pada awal memang kursi roda ini susah kayak waktu di lintasannya itu, terus saya adaptasi dengan sarung tangannya juga setahun. Karena ngayun ini kalo gabisa kan ga nempel malah kepleset. Satu tahun itu saya mulai lancar beradaptasi," ujarnya.

Sprinter yang juga merupakan ibu rumah tangga ini sangat berterimakasih kepada orang-orang di sekitarnya. Jika tanpa dukungan mereka, Maria merasa tidak akan menjadi atlet yang berprestasi seperti saat ini.

Baca Juga: Tampil dengan Cedera, Kholidin Sabet 3 Medali dari Cabor Para-Archery

"Saya juga berterima kasih kepada pelatih saya pelatnas pak abdul azis dan staf2 lainnya serta atlet senior di kursi roda yang selalu mendukung saya. Tanpa mereka saya tidak akan seperti ini," tuturnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.