Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Politik

  • 0 Komentar

KPU Belum Gunakan E-Voting, Ketua KPU : Mahal dan Belum Penting untuk Pemilu 2024

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menegaskan sejauh ini KPU belum berencana menggunakan sistem pemilihan elektronik atau electronic voting (e-voting) untuk pemungutan suara pada Pemilihan Umum (pemilu) yang akan datang.

"KPU sampai saat ini tidak berencana mempergunakan 'e-voting' (Pemilu 2024, red). Tetapi, kami sudah melakukan penggunaan teknologi informasi, sebagaimana Pemilu sebelumnya, seperti Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap). Tentu, kami juga mengagas Sirekap untuk digunakan pada Pemilu 2024," kata Ilham usai membuka Seminar Internasional Tata Kelola Pemilu bertajuk "Electoral Governance in Indonesia: Adopting Technology, Promoting Transparency, and Enhancing Integrity", di Gedung KPU Pusat, Jakarta, Selasa, (29/3/2022).

Menurut Ilham, penggunaan "e-voting" dalam Pemilu 2024 dinilai belum penting untuk diterapkan karena selama ini tahapan pemungutan suara dalam Pemilu tidak bermasalah.

Baca Juga: KPU Simulasikan Pemungutan Suara Pemilu 2024 dengan Desain Surat Suara yang Simpel

Lanjutnya, menurut Ilham, KPU lebih berfokus untuk memanfaatkan teknologi dalam penghitungan suara melalui Sirekap demi mencegah terjadinya kecurangan.

"Rekapitulasi itulah yang kami gunakan teknologi informasi agar kemudian prosesnya menjadi transparan, informasi hasil penghitungan suara dapat langsung diketahui masyarakat, dan hasilnya bisa lebih akurat karena dapat diketahui hari ke hari," ujar Ilham.

Ilham menyampaikan bahwa dalam beberapa Pemilu yang telah dilaksanakan di Indonesia, sejumlah pihak kerap mencurigai adanya kecurangan dalam penghitungan suara.

"Buat kami, proses pemungutan suara selama ini tidak pernah ada yang bermasalah. Di TPS masyarakat datang berbondong-bondong. Tapi yang jadi masalah yang kemudian 'dicurigai' adalah proses rekapitulasinya," jelas dia.

Oleh karena itu, KPU lebih memilih untuk memaksimalkan penggunaan teknologi informasi Sirekap untuk Pemilu yang akan datang.

Pada kesempatan tersebut, Ilham juga menyampaikan bahwa penggunaan "e-voting" memerlukan alat dengan harga dan perawatan yang mahal. Jika KPU menggunakan sistem teknologi e-voting dalam pemungutan, hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan anggaran Pemilu 2024.

Baca Juga: KPU Lakukan Uji Publik Rancangan PKPU Terkait Persiapan Pemilu 2024


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.