Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Menteri Siti Nurbaya: AS Dukung Indonesia FOLU NET SINK 2030

Menteri Siti Nurbaya: AS Dukung Indonesia FOLU NET SINK 2030
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menyambut baik dukungan Amerika Serikat (AS) dalam upaya Indonesia untuk mengimplementasikan Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030.

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menyambut baik dukungan Amerika Serikat (AS) dalam upaya Indonesia untuk mengimplementasikan Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030.

Hal itu disampaikan Menteri Siti dari hasil pertemuannya dengan tim Delegasi Utusan Khusus Presiden AS untuk Iklim (The US Special Presidential Envoy for Climate, SPEC) John Kerry yang dipimpin oleh Penasehat Senior Robert O. Blake Jr.

“Dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia secara konsisten telah berhasil mengurangi deforestasi secara signifikan. Selama tahun 2019 ke 2020 deforestasi Indonesia telah lebih rendah dari masa-masa sebelumnya. Penurunan deforestasi secara simultan ini, mencerminkan upaya serius Indonesia dalam mewujudkan Forestry and Other Land Use (FOLU) NET SINK 2030,” kata Menteri Siti Nurbaya di Jakarta, Minggu (20/3/2022).

Sebelumnya, Menteri Siti juga sudah meluncurkan Rencana Operasional FOLU NET SINK 2030 melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 168 Tahun 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Siti Nurbaya memberikan contoh aksi FOLU NET SINK 2030 dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dengan menerapkan solusi permanen yang berkelanjutan (monitoring hotspots, teknologi modifikasi cuaca, yang sudah dilakukan sejak dua tahun lalu).

"Demikian pula dengan upaya restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari aksi FOLU NET SINK 2030," ucap Siti Nurbaya.

Penasehat Senior Robert O. Blake Jr, mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia menyatakan penghargaan atas upaya Indonesia dalam merehabilitasi hutan mangrove. Menurutnya jutaan hektar hutan mangrove tersebut merupakan salah satu kekuatan Indonesia dalam memerangi krisis perubahan iklim.

Menteri Siti lebih rinci menyampaikan  bahwa pada awal bulan Maret tahun 2020, deforestasi Indonesia 2019-2020; tercatat sekitar 115 ribu hektar, lebih rendah 75 persen dari periode sebelumnya tahun 2018-2019.

Selain membicarakan deforestasi dan rencana operasional FoLU NET SINK 2030, Penasehat Iklim untuk Menteri Keuangan Amerika Serikat, John E. Morton juga menyampaikan isu terkait nilai ekonomi dan pasar karbon Indonesia serta tata kelolanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Siti menekankan bahwa Indonesia akan terus memprioritaskan nilai ekonomi karbon Indonesia dapat memenuhi komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, sesuai penegasan Presiden Joko Widodo dalam KTT COP 26 bulan November 2021.

Peluang Indonesia akan berperan serta dalam pasar karbon internasional seperti telah disampaikan dalam Peraturan Presiden tentang Nilai Ekonomi Karbon Nonor 98 Tahun 2021. Turunan dari Peraturan Presiden tersebut segera akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri.

“Tidak ada bagian dari nilai ekonomi karbon Indonesia yang terlepas dari Peraturan Presiden tersebut. Semuanya sejalan dengan tata kelola karbon yang kuat melalui sistem pemantauan tunggal Sistem Registrasi Nasional (National System Registry, SRN). Tindakan perdagangan karbon di luar sistem tersebut akan menghadapi tindakan penegakan hukum,” tutur Menteri Siti.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.