Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Ekskavasi Tahap Ketiga, BPCB Jatim Temukan Wadah Cepuk dan Emas

Ekskavasi Tahap Ketiga, BPCB Jatim Temukan Wadah Cepuk dan Emas
Ketua Tim Arkeologis Situs Srigading, Wicaksono Dwi Nugroho

Penulis : Basri A

TVRINews, Malang

 

Ekskavasi tahap tiga, Situs Srigading Lawang, Kabupaten Malang, Badan Pengelola Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kembali menemukan bukti penting sejarah. Temuan kali ini berupa wadah Cepuk beserta kepingan emas.

Tim ekskavasi arkeologis BPCB Jawa Timur, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malang serta LPM Kaloka Malang, kembali menemukan bukti penting sejarah di Situs Srigading Lawang Kabupaten Malang.

Bukti berupa sebuah wadah Cepuk beserta kepingan emas itu ditemukan saat ekskavasi tahap ketiga dengan target penggalian bagian tengah atau sumuran.

Wadah Cepuk dengan ukuran diameter 16 cm dan kepingan emas dengan lebar masing masing 5 cm tersebut ditemukan dengan kondisi rusak.

Ketua Tim Arkeologis Situs Srigading, Wicaksono Dwi Nugroho  menjelaskan bahwa temuan ini ditemukan di sumuran pada kedalaman 2,6 meter.  Pihaknya menduga wadah Cepuk dan Emas ini adalah sebuah sesajen yang ditanam dalam sumuran.

Wicaksono juga menduga masih banyak bukti penting sejarah yang masih tersimpan di dalam sumuran Situs Candi Srigading,  salah satunya adalah Peripih yang pada umumnya berisikan tulisan mantra, kepingan Perak,  Emas  hingga Tembaga yang bakal menjadi petunjuk penting berdirinya Candi Srigading.

“Penemuan wadah cepuk emas ini merupakan bagian gambaran kepada kita bahwa ini ada wadah isi tertentu yang ditutup dengan emas dan ditanam dibagian tengah Candi Srigading yang diduga untuk menghidupkan Candi Srigading itu sendiri.” Ucap Wicaksono Dwi Nugroho. 

Diketahui, sebelumnya pada ekskavasi tahap pertama dan kedua, tim ekskavasi menemukan sejumlah bukti penting lainnya diantaranya adalah temuan Fragmen relief,  Lingga yoni, Lingga patok,  Fragmen gerabah, Batu ambang relung, Arca nandiswara, Arca mahakala dan Arca agastya.  Sejumlah temuan tersebut kini telah diamankan dan disimpan di museum Singhasari.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.