Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Masyarakat Diminta Tak Ragu Gunakan Vaksin AstraZeneca

Masyarakat Diminta Tak Ragu Gunakan Vaksin AstraZeneca
Masyarakat Diminta Tak Ragu Gunakan Vaksin AstraZeneca

Penulis: Eggi Paksha

TVRINews, Jakarta

Pelaksanaan vaksinasi Covid-29 di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggunakan AstraZeneca, Rabu (7/4). Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan jika hal tersebut merupakan vaksinasi keempat di MUI dan menjadi istimewa karena digunakannya vaksin AstraZeneca. “Istimewanya vaksinasi yang keempat ini menggunakan vaksin Astrazeneca. Kenapa itu menjadi istimewa karena memang masalah ini kan menjadi persoalan yang cukup hangat,” ucapnya di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Vaksin AstraZeneca sempat menjadi perbincangan hangat karena adanya kandungan yang tidak halal. Meski begitu, Ma'ruf mengatakan bahwa MUI sesuai dengan keputusannya tetap boleh digunakan. 
“Tapi Majelis Ulama sesuai dengan pandangan dan keputusannya bahwa AstraZeneca walaupun ada persoalan bahannya ada sesuatu yang haram, tapi dinyatakan boleh digunakan. Karena itu maka yang kita persoalkan sekarang jangan lagi bicara halal haram tapi boleh apa tidak boleh,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca pada vaksinasi di MUI ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak ada keraguan. “Jadi masyarakat tidak perlu ragu menggunakannya dari segi kebolehannya menurut pandangan keagamaan oleh MUI,” sambungnya.

Dia memastikan bahwa hal ini akan dilanjutkan ke MUI-MUI di daerah. “Sehingga tidak perlu ada keraguan. Karena bagi Majelis Ulama, vaksinasi itu sudah menjadi kewajiban atau fardhu kifayah. Karena apa? Herd immunity atau kekebalan itu baru bisa dicapai kalau 70 persen sudah divaksin. Artinya 181,5 juta. Karena itu hukumnya wajib sebelum tercapainya, tervaksinnya 181,5 juta penduduk Indonesia,” tutupnya.

Editor: Eggi Paksha


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.