Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Walikota Gowes Masuk ke Pantai yang Ditutup, Pemkot Malang Minta Maaf dan Siap Jalani Proses Hukum

Walikota Gowes Masuk ke Pantai yang Ditutup, Pemkot Malang Minta Maaf dan Siap Jalani Proses Hukum
Walikota Gowes Masuk ke Pantai yang Ditutup, Pemkot Malang Minta Maaf dan Siap Jalani Proses Hukum

Penulis: Arif M

TVRINews, Malang

Rombongan Walikota Malang memaksa masuk ke Pantai Kondang Merak yang masih tutup saat gowes pada Minggu (19/9/2021)  viral dan menuai aksi protes dari masyarakat. Menanggapi aksi protes masyarakat tersebut,  Pemkot Malang menyampaikan permintaan maaf dan siap menjalani proses hukum di Kepolisian.

Sempat viral video rombongan gowes Walikota Malang yang ditahan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Malang saat masuk ke Pantai Kondang Merak. Satgas menolak rombongan Walikota Malang untuk masuk ke area pantai, karena masih tutup selama Malang Raya masih di level 3 PPKM.  

Aksi memaksa masuk ke pantai oleh rombongan gowes Walikota Malang itu viral dan menuai kritik dari masyarakat. 

Masyarakat menilai Walikota melanggar PPKM.  Menanggapi video viral yang menuai protes dari masyarakat tersebut,  Pemkot Malang mengklarifikasi. Melalui Sekertaris Daerah Pemkot Malang, Erik Setyo Santoso menjelaskan bahwa  sebelum masuk ke Pantai Kondak Merak saat gowes pada Minggu (19/9/2021)  sudah ada komunikasi antar jajaran. Namun saat di pantai, sinyal telekomunikasi tidak ada, sehingga terjadinya mis komunikasi antara rombongan gowes Walikota dengan petugas Satgas Covid-19 yang bertugas di Pantai Kondang Merak. 

Pemkot Malang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian di Pantai Kondang Merak tersebut dan Pemkot akan siap menjalani proses hukum di Kepolisian Polsek Bantur maupun Polres Malang. 

Saat ini kasus dugaan pelanggaran PPKM yang dilakukan oleh Walikota Malang dan rombongannya tengah ditangani oleh Polres Malang.  

 

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.