Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Metro

  • 0 Komentar

Jalan Rp 1,8 Miliar Rusak Berat, Tokoh Masyarakat Bantah Usulkan Pembangunan Jalan 

Penulis: Erasmus Nagi Noi

TVRINews, Kab. Nagekeo

Masyarakat Desa Tedamude, Kab.Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) membantah jika pembangunan ruas jalan Kajulaki-Malabai di Kecamatan Aesesa yang kini rusak berat, merupakan usulan masyarakat.

Hermanus Hamu, tokoh masyarakat Desa Tedamude yang juga Mantan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) 2021 mengatakan pembangunan jalan Kajulaki-Malabai sama sekali bukan usulan dari masyarakat atau hasil Musrembangdes. 

“Sekarang yang kami lihat itu adalah asas manfaat, apakah jalan yang dibangun dan sudah rusak itu dimanfaatkan oleh masyarakat atau tidak. Karena sejak dibangun sampai saat ini kondisinya sudah rusak dan sangat membahayakan masyarakat sebagai pengguna jalan itu,” kata Hermanus Hamu, saat dihubungi TVRINews, Jumat (29/4/2022).

Hermanus menyebutkan bahwa ia terkejut membaca berita di www.tvrinews.com ada seseorang orang yang menyatakan bahwa pembangunan jalan baru, termasuk sarana pendukungnya di desanya mereka merupakan usulan masyarakat.
 
“Ini seakan-akan kami yang mengusulkan proyek jalan itu. Memang betul kami butuh jalan yang bagus, tetapi apa saja yang dikerjakan saat proyek berlangsung kami tidak tahu. Sekarang rusak dan jadi masalah, kenapa kami yang dibawa-bawa," ujar Hermanus.

Hermanus melanjutkan, selama proses pekerjaan jalan berlangsung, tokoh masyarakat sama sekali tidak dilibatkan.

“Kami tidak dilibatkan saat proses, nah sekarang kondisi jalannya sudah rusak berat dan sangat membahayakan. Kenapa baru kami dibawa-bawa," tutur Hermanus.

Sebelumnya diberitakan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Mojolaki Malebai, Fanci Djogo mengatakan pekerjaan jalan di Desa Tedamude itu atas permintaan dari usulan masyarakat setempat.

Pekerjaan pembangunan ruas jalan Kajulaki-Malabai yang menghubungkan dua desa yakni, Desa Tedamude dan Desa Tedakisa di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo dikerjakan menggunakan Tahun Anggaran 2021 senilai Rp1.8 miliar.

Kondisi jalan yang baru dibangun itu kini sudah rusak berat dan materialnya berserakan. Bahkan dikhawatirkan mengancam keselamatan pengguna jalan.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.