Trending

  • Kamis, 30 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kementerian Komunikasi dan Informatika Telusuri Dugaan Kebocoran Data 297 Juta Penduduk

Kementerian Komunikasi dan Informatika Telusuri Dugaan Kebocoran Data 297 Juta Penduduk
Kementerian Komunikasi dan Informatika Telusuri Dugaan Kebocoran Data 297 Juta Penduduk

Reporter: Christhoper Natanael Raja

TVRINEWS, Jakarta

Dugaan kebocoran data pribadi 279 juta penduduk Indonesia yang dijual kepada Raid Forums menimbulkan kepanikan ke masyarakat.

Data yang diberikan terdiri dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor ponsel, nama, email, dan alamat. Kemudian, disebutkan juga nama pengguna yang menjual data tersebut adalah Kotz.

Pelaku mengiklankan penjualan data individu di website dengan alamat https://raidforums.com/Thread-SELLING-Indonesian-full-Citizen-200M-NIK-KPT-PHONE-NAME-MAI-LADDRESS-Free-1Million.

Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan penelusuran dugaan kebocoran data pribadi tersebut. Hingga saat ini, belum dapat disimpulkan telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif seperti yang diduga. 

"Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan secara hati-hati terhadap data yang beredar. Penelusuran dan penyelidikan masih akan terus dilakukan secara mendalam dan perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan kemudian," kata Dedy Permadi Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam keterengan tertulis yang diterima oleh TVRINews.com, Jumat (21/5/2021).

Kementerian Komumikasi dan Informatika meminta agar seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi, untuk semakin meningkatkan upaya dalam menjaga keamanan data pribadi yang dikelola dengan menaati ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku serta memastikan keamanan sistem elektronik yang dioperasikan. 

"Semakin berhati-hati dan waspada dalam melindungi data pribadinya dengan tidak membagikan data pribadi kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan, memastikan syarat dan ketentuan layanan yang digunakan, secara berkala memperbarui password pada akun-akun elektronik yang dimiliki, dan memastikan sistem keamanan perangkat yang digunakan selalu up to date," ujar Dedy.

Editor: Eggi Paksha

 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.