Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Hakim Perintahkan JPU Kejari Bengkulu Keluarkan Terdakwa GI dari Tahanan

Hakim Perintahkan JPU Kejari Bengkulu Keluarkan Terdakwa GI dari Tahanan
Ivonne Tiurma Rismauli Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Bengkulu

Penulis : Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

 

Setelah sempat tertunda selama 2 pekan lebih lantaran hakim yang memimpin persidangan terkena virus Covid-19, akhirnya pada hari ini Jum’at (4/3/2022) tuntutan kasus pencurian 1 unit ponsel dengan terdakwa anak dibawah umur berinisial GI dibacakan oleh sis sugiat selaku JPU Kejari Bengkulu.

Dalam tuntutannya JPU Kejari Bengkulu menuntut terdakwa GI dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP. Namun demikian, untuk hukumannya atas asas peradilan, keadilan untuk kepentingan bagi anak dan pemidanaan sebagai upaya terakhir maka jpu meminta pada hakim untuk mengembalikan terdakwa GI pada orang tuanya.

"Sesuai ketentuan pasal 69 juncto pasal 82 ayat 1 huruf (a) undang undang nomor 11 tahun 2021 tentang sistem peradilan anak dengan mengedepankan hati nurani maka kami menurut terdakwa GI untuk dikembalikan pada orangtua." Tegas Sugiat, JPU Kejari Bengkulu.

Sementara usai mendengarkan tuntutan JPU, akhirnya hakim tunggal Ivonne Tiurma Rismauli memutuskan terdakwa GI terbukti sah melanggar pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dan mengabulkan tuntutan JPU agar terdakwa GI dikembalikan pada pengawasan orangtuanya.

"Demi rasa keadilan sosial kami memutuskan sependapat dengan JPU Kejari Bengkulu untuk mengembalikan terdakwa GI pada orangtunya. Selain itu, hakim juga memerintahkan pada JPU Kejari Bengkulu untuk segera mengeluarkan terdakwa GI dari tahanan usai putusan tersebut dikeluarkan. " Ujar Ivonne Tiurma Rismauli Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Bengkulu.

Sementara yuliharni selalu ibunda GI merasa berterima kasih pada jpu dan hakim yang masih memberikan kesempatan pada anaknya untuk merubah perilakunya dan bisa bersekolah lagi.

" Saya sangat bersyukur pada hari ini Jum’at (4/3/2022) JPU dan hakim semuanya memberikan hukuman yang sangat adil dan berhati nurani yakni mengembalikan GI pada dirinya sehingga anaknya bisa melanjutkan sekolah lagi. Dirinya berjanji akan mengawasi pergaulan dan mendidik GI ke arah yang lebih baik sehingga tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum sebagaimana pesan JPU dan hakim." Ungkap Yuliharni Ibunda GI.

Untuk diketahui, tuntutan dan putusan mengembalikan terdakwa anak pada orang tua tersebut merupakan hal yang pertama kali dilakukan oleh JPU Kejari Bengkulu dan hakim Pengadilan Negeri Bengkulu di tahun 2022.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.