Trending

  • Kamis, 1 Desember 2022
  • Bahasa

Hukum

  • 0 Komentar

Beredar Surat Panggilan Pemeriksaan Berlogo KPK di Papua, KPK: Palsu !

Beredar Surat Panggilan Pemeriksaan Berlogo KPK di Papua, KPK: Palsu !
Surat panggilan pemeriksaan (palsu)

Penulis: Ridha Gemelli Sitompul 

TVRINews, Jakarta
Sebuah surat panggilan pemeriksaan palsu berlogo dan berstempelkan KPK beredar di Papua. Dalam surat itu menyebut adanya pemanggilan terhadap pihak-pihak tertentu. 

Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, beredarnya surat tersebut terkait dugaan tindak pidana pengelolaan dana PON XX 2020 Papua.

“Komisi Pemberantasan Korupsi menerima informasi beredarnya Surat Panggilan Palsu berlogo dan berstempel KPK, yang menyebut adanya pemanggilan kepada pihak-pihak tertentu terkait dugaan tindak pidana pengelolaan dana PON XX 2020,” kata Ali dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022). 

Menurut Ali, dalam surat tertanggal 21 September 2022 itu, terdapat tanda tangan seorang tim penyidik bernama Muh. Ridwan Saputra. Namun, Ali menegaskan bahwa tidak ada penyidik KPK dengan identitas tersebut. 

“Telah memeriksa dan memastikan bahwa tidak ada pegawai KPK atas nama tersebut,” ujar Ali. 

Ali memastikan, surat tersebut palsu, dikarenakan dalam surat itu menyebutkan bahwa pihak yang dimintai keterangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Gedung Merah Putih KPK. 

“Surat palsu ini diketahui beredar di wilayah Papua, dan tidak menutup kemungkinan juga beredar di wilayah lain, ataupun dengan modus-modus lainnya,” ucap Ali. 

Bagi oknum yang membuat ataupun menyalahgunakan surat palsu tersebut, KPK meminta untuk segera menghentikan aksinya. 

KPK juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan KPK.

“Apabila masyarakat menemui atau mengetahui adanya pihak yang mengaku sebagai pegawai atau berkorespondensi dengan identitas KPK, dan melakukan tindakan kriminal pemerasan atau sejenisnya, segera laporkan ke call center 198 atau kepada aparat penegak hukum setempat,” tutur Ali.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar