Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Koruptor dan Teroris Ketakutan! Indonesia-Singapura Bikin Perjanjian Ekstradisi

Koruptor dan Teroris Ketakutan! Indonesia-Singapura Bikin Perjanjian Ekstradisi
Koruptor dan Teroris Ketakutan! Indonesia-Singapura Bikin Perjanjian Ekstradisi

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Bintan

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly dan Menteri Dalam Negeri Singapura K Shanmugam menandatangani perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura, di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022).

Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura akhirnya ditandatangani setelah mulai diupayakan pemerintah Indonesia sejak 1998. Peraturan itu bermanfaat untuk mencegah dan memberantas tindak pidana yang bersifat lintas batas negara seperti korupsi, narkotika, dan terorisme. 

Yasonna menjelaskan, Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura memiliki masa retroaktif (berlaku surut terhitung tanggal diundangkannya) selama 18 tahun ke belakang. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan maksimal daluwarsa sebagaimana diatur dalam Pasal 78 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia.

“Perjanjian Ekstradisi ini akan menciptakan efek gentar (deterrence) bagi pelaku tindak pidana di Indonesia dan Singapura,” kata Yasonna di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022). 

Jenis tindak pidana yang pelakunya dapat diekstradisi yakni berjumlah 31 seperti tindak pidana korupsi, pencucian uang, suap, perbankan, narkotika, terorisme, dan pendanaan kegiatan yang terkait dengan terorisme.  

Selain itu perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura ini juga akan mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana di Indonesia dalam melarikan diri.

Hal ini mengingat, Indonesia telah memiliki perjanjian dengan negara mitra sekawasan di antaranya Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Australia, Republik Korea, Republik Rakyat Tiongkok, dan Hong Kong SAR.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.