Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Epidemiolog: Sangat Mungkin Terjadi Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia 

Epidemiolog: Sangat Mungkin Terjadi Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia 
Epidemiolog: Sangat Mungkin Terjadi Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia 

Penulis: Ricardo Julio


TVRINews, Jakarta 

Third Wave atau gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang terjadi di sejumlah negara menimbulkan kekhawatiran, termasuk Indonesia. 

Meskipun saat ini kasus Covid-19 di Tanah Air sedang menurun, potensi terjadinya gelombang ketiga di Indonesia cukup besar dan sulit dihindari.

Menurut Dicky Budiman, Epidemiolog dari Griffith University, Australia, potensi besaran gelombang ketiga semakin menurun karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang bertingkat dan adanya peningkatan level vaksinasi. 

“Tapi itu semua belum memadai untuk benar-benar bisa mencegah potensi gelombang ketiga ini, karena saat ini diprediksi kemungkinannya Desember karena adanya intervensi dari pemerintah dan sebagian masyarakat menerapkan 5M, serta adanya capaian dari program vaksinasi,” kata Dicky kepada TVRINews.com, Rabu (22/9/2021). 

Ia menambahkan dengan penurunan angka kasus, khususnya di Pulau Jawa dalam kaitan positivity rate maupun angka reproduksi akan mempengaruhi dalam prediksi gelombang ketiga. Namun, penyebab potensi gelombang ketiga ini tetap ada. 

Pertama, ketika jumlah masyarakat yang divaksinasi lengkap belum memadai untuk mencapai herd immunity. Maka potensi terjadinya gelombang ketiga pada saat itu tentu sangat besar. Indonesia kisarannya kurang lebih 80 persen yang belum divaksinasi. 

“Bicara vaksinasi di sini kalau bicara varian Delta , varian Mu atau nanti ada varian lain yang lebih berpotensi daripada yang ada saat ini perlindungan 2 dosis itu lah yang harus dikejar untuk meminimalisir potensi,” ujar Dicky.

Kedua, sejak April 2020 hingga saat ini penularan terjadi dalam komunitas (level community transmission), meski sekarang semakin membaik. Saat ini mayoritas berada di level satu dari community transmission yang merupakan level terendah. Kondisi ini menunjukkan sebagian besar kasus infeksi masyarakat memang belum terdeteksi dan sangat mungkin ada penularan jika terjadi pelonggaran.

Menurutnya kegiatan apapun jika tidak menerapkan protokol kesehatan yang kuat, memperhatikan juga masalah aspek indikator epidemologi di tempat, maupun kepatuhan masyarakat terhadap 5 M akan membuat  dampak Covid-19 varian delta ataupun potensi varian baru menjadi kombinasi lahirnya gelombang ketiga .

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.