Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Studi Terbaru Sebut Vaksin Moderna Efektif Menangkal Varian Delta Virus

Studi Terbaru Sebut Vaksin Moderna Efektif Menangkal Varian Delta Virus
Studi Terbaru Sebut Vaksin Moderna Efektif Menangkal Varian Delta Virus

Penulis: Aulia Zita

TVRINews, Jakarta

Studi laboratorium terbaru menunjukkan adanya harapan terkait efektivitas vaksin Covid-19 produksi Moderna Inc (MRNA.O) terhadap varian Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India. 

Menurut data yang dipublikasikan oleh Moderna di situs web bioRxiv, vaksin ini efektif dalam memproduksi antibodi terhadap varian Delta. Data ini merupakan data sebelum peer review.

Penelitian dilakukan pada serum darah dari delapan peserta yang diperoleh satu minggu setelah mereka menerima dosis kedua vaksin, mRNA-1273.

Menurut Moderna, vaksin tersebut memicu respons antibodi terhadap semua varian yang diuji. Namun kemampuan vaksin menetralkan varian awal virus, yang ditemukan di China, masih lebih tinggi, dibandingkan kemampuannya menetralkan varian yang lebih baru. 

Data juga menunjukkan, vaksin itu jauh lebih efektif dalam memproduksi antibodi terhadap varian Delta daripada melawan varian Beta yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan. 

Terhadap tiga versi varian Beta, antibodi penetralisir yang dihasilkan vaksin berkurang enam hingga delapan kali lipat dibandingkan dengan yang diproduksi melawan strain asli. Sementara terjadi  pengurangan 3,2 hingga 2,1 kali lipat untuk garis keturunan varian yang pertama kali diidentifikasi di India termasuk Delta dan kappa.

"Data baru ini mendorong dan memperkuat keyakinan kami bahwa vaksin Moderna Covid-19 harus tetap protektif terhadap varian yang baru terdeteksi," kata Kepala Eksekutif Stéphane Bancel,  seperti diberitakan Reuters (30/6/2021). 

Vaksin Moderna sendiri digunakan di 53 negara, termasuk India yang baru saja mengeluarkan izin impor vaksin ini.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.