Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

India Minta Twitter Hapus Cuitan Kritik Penanganan Covid-19

India Minta Twitter Hapus Cuitan Kritik Penanganan Covid-19
India Minta Twitter Hapus Cuitan Kritik Penanganan Covid-19

Reporter: Aulia Zita 

TVRINews, India

Pemerintah India meminta platform media sosial Twitter untuk menghapus lusinan tweet, termasuk beberapa oleh anggota parlemen lokal, yang mengkritik penanganan wabah virus corona di India. Seperti yang telah banyak diberitakan, kasus infeksi harian di India menjadi yang tertinggi di dunia sepekan terakhir.

Twitter telah menurunkan beberapa tweet setelah menerima permintaan hukum dari pemerintah India, seorang juru bicara Twitter mengatakan kepada Reuters pada Sabtu (24/4/2021).

Pemerintah membuat perintah darurat untuk menyensor tweet, ungkap Twitter di database Lumen, sebuah proyek di Universitas Harvard. Undang-undang yang dikutip oleh pemerintah India dalam permintaan tersebut adalah Undang-Undang Teknologi Informasi tahun 2000.

Dalam permintaan hukum tertanggal 23 April yang diungkapkan di Lumen, pemerintah India menyebut 21 cuitan untuk disensor. Di antaranya adalah tweet dari seorang anggota parlemen bernama Revnath Reddy, seorang menteri di negara bagian Benggala Barat bernama Moloy Ghatak dan seorang pembuat film bernama Avinash Das.

"Saat kami menerima permintaan hukum yang sah, kami meninjaunya berdasarkan Peraturan Twitter dan hukum setempat," kata juru bicara Twitter seperti diberitakan Reuters.

"Jika konten melanggar aturan Twitter, konten tersebut akan dihapus dari layanan. Jika ditetapkan sebagai ilegal di yurisdiksi tertentu, tetapi tidak melanggar Aturan Twitter, kami dapat menahan akses ke konten tersebut hanya di India," lanjutnya.

Juru bicara itu mengonfirmasi bahwa Twitter telah memberi tahu pemegang akun secara langsung tentang menahan konten mereka dan memberitahu mereka bahwa itu menerima perintah hukum yang berkaitan dengan tweet mereka.

Perkembangan tersebut dilaporkan sebelumnya oleh situs berita teknologi TechCrunch, yang mengatakan bahwa Twitter bukan satu-satunya platform yang terpengaruh oleh pesanan tersebut.

Sebelumnya sepekan terakhir India tengah menghadapi gelombang kedua infeksi Covid-19. Menurut  data Kementerian Kesehatan India per tanggal 24 April total kasus mencapai 1,3 miliar orang dengan jumlah kasus harian 346.786 pada tanggal tersebut. Sementara itu total kematian mencapai 16,6 juta kasus dan kematian harian berjumlah 189.544 pada hari Sabtu.


Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.