Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Presiden Jokowi Targetkan Stunting Balita 14 Persen di 2024, Sekarang Masih di Atas 24 Persen

Presiden Jokowi Targetkan Stunting Balita 14 Persen di 2024, Sekarang Masih di Atas 24 Persen
Presiden Jokowi Targetkan Stunting Balita 14 Persen di 2024, Sekarang Masih di Atas 24 Persen

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan stunting anak, selain itu, negeri ini juga masih memikul beban ganda masalah gizi yaitu masih banyak penduduk yang mengalami kekurangan gizi mikro, makro dan gizi lebih.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto menjelaskan bahwa secara nasional, prevalensi balita stunting sebesar 24,4 persen, underweight sebesar 17 persen dan wasting sebesar 7,1 persen (SSGI, 2021). 

Agus mengatakan pihaknya harus bekerja keras dan perlu langkah luar biasa untuk menurunkan stunting hingga 14 persen di tahun 2024 sebagaimana yang diinginkan Presiden Jokowi Widodo. 

"Dalam upaya pencapaian target tersebut diperlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan (lintas Kementerian/Lembaga, Mitra pembangunan, Profesi, Perguruan Tinggi, Tokoh agama, tokoh masyarakat, dll)," kata Agus di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Lebih lanjut, Agus juga menyampaikan, percepatan penurunan stunting ini harus dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, serta sinkronisasi di antara K/L, pemda provinsi/kab/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lain termasuk TNI POLRI. 

"Intervensi spesifik dan sensitif harus dapat terimplementasi nyata dilapangan tentunya disertai strategi peningkatan kapasitas SDM dan edukasi baik ditingkat rumah tangga, posyandu, puskesmas dan lokasi lain untuk mendukung upaya perbaikan gizi untuk mencegah stunting (amanah perpres no 72 tahun 2021)," ujarnya.

Selain itu, Agus juga menyebutkan berdasarkan data, pasangan usia subur yang bukan peserta KB masih ada sebesar 16.347.800, jumlah ibu hamil sebesar 4.887.405 ibu dan balita stunting sebesar 5,33 juta balita. 

"Perlu juga pendampingan khusus untuk daerah dengan jumlah kelompok risiko tinggi  di 7 provinsi prioritas prevalensi stunting tinggi  (NTT, sulbar, aceh, NTB, Sultra, Kalsel, Kalbar) dan 5 provinsi jumlah absolut besar (Jabar, Jatim, Jateng, banten dan Sumut) tanpa mengabaikan provinsi lainnya," ucapnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.