Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Pemerintah Fokus Skrining Untuk Antisipasi Varian Omicron

Pemerintah Fokus Skrining Untuk Antisipasi Varian Omicron
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

 

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mencegah kasus importasi varian Omicron yang sudah terlanjur masuk dalam suatu wilayah agar tidak menimbulkan lonjakan kasus, akibat adanya transmisi atau penularan di komunitas.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito meminta agar hal ini menjadi perhatian agar masyarakat dapat memaksimalkan upaya pengendalian sesuai kondisi terkini di lapangan. 

Wiku tidak bisa memungkiri bahwa dinamika Covid-19 tidak bisa membuat pemerintah berkutat pada satu jenis intervensi pengendalian, bahkan dalam pelaksanaannya dibutuhkan penyesuaian implementasi, misalnya perbedaan teknologi, durasi pelaksanaan, dana tahapan secara berkala sesuai dengan fakta dan data.

Melihat kondisi 152 kasus Omicron, dimana enam diantaranya berasal dari bukan pelaku perjalanan dari luar negeri. Maka sudah sepatutnya, pemerintah segera melakukan gerakan penanganan ganda tidak hanya di pintu kedatangan, namun juga di komunitas untuk memutus rantai penularannya segera. 

“Upaya ini fokus pada skrining dalam menangani kasus positif agar sembuh sebelum boleh melanjutkan mobilitas, serta menekan peluang kasus positif yang masuk pada mobilitas,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (04/01/2022).

Upaya pertama yang dapat dilakukan di pintu kedatangan luar negeri adalah mengatur kedatangan arus perjalanan. Hal ini menjadi penting, melihat kepadatan pelaku perjalanan dapat berpengaruh pada peluang kasus importasi termasuk penularan antar penumpang.

Sehingga, pemerintah telah menentukan syarat perbedaan pelaku perjalanan dari penggolongan negara berdasarkan penggolongan kasus transmisi komunitas yang terjadi serta pembatasan masuk dari luar negeri baik WNA maupun WNI.

Saat ini, pintu hanya dibuka melalui tiga pintu kedatangan untuk moda udara, tiga pintu kedatangan moda laut, dan tiga pos lintas batas negara sesuai dengan SK Kasatgas Nomor 1 Tahun 2022. 

“Upaya testing dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini, seperti SGTF dan WGS sebagai alat pelengkap diagnostic yang gold standard, yaitu PCR serta disiplin melakukan karantina yang negatif, dan isolasi bagi yang positif,” ujar Wiku. 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.